Cara Dinkes Surabaya Antisipasi Wabah Demam Berdarah Dengue

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 15:09 WIB
Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan berbagai kegiatan mengantisipasi pencegahan penyakit DBD dengan Program '1 Rumah 1 Jumantik'.

Upaya tersebut sesuai Permenkes 1501/MENKES/PER/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.

Di Surabaya, tahun 2019 jumlah warga yang terserang DBD menurun. Dari 321 kasus tahun 2018 menurun ke 277 kasus di tahun 2019.

Kadinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan pihaknya menyiapkan berbagai upaya. Mulai dari penerbitan surat edaran wali kota tentang kewaspadaan DBD, sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, sampai peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan programnya yakni 'Gerakan 1 rumah 1 jumantik'.

"Kami melakukan pendampingan dan monitoring Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik oleh 22.995 orang kader jumantik di bawah koordinasi puskesmas, camat dan lurah," kata Feny sapaan akrab Febria Rachmanita, Jumat (17/1/2019).


Ia menjelaskan, tugas para jumantik ini menjadi mitra puskesmas dalam mencegah dan menurunkan angka penyakit DBD. Selain itu, kader ini juga bertugas untuk memantau kondisi lingkungan sekitar dari penyebaran penyakit melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan secara rutin setiap hari Jumat.

"PSN itu terdiri dari pemantauan tempat perkembangbiakan, cara pemberantasan, mengetahui siklus nyamuk, memahami Angka Bebas Jentik (ABJ) dan mengetahui penggunaan larvasida (bubuk pembunuh jentik)," jelasnya.

Tak hanya itu, diknes bersama kader lingkungan juga menerapkan sistem "3M PLUS". Yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang. Sedangkan PLUS-nya, yang berarti memiliki 11 poin. Pertama, mengganti air vas bunga, memperbaiki saluran dan talang yang tidak lancar. Ketiga, menutup lubang-lubang pada potongan pohon, menaburkan bubuk pembunuh jentik, memelihara ikan pemakan jentik di kolam.

"Lalu memasang kawat kasa di jendela, mengatur barang secara rapi dalam ruangan, memakai obat yang mencegah gigitan nyamuk, penanaman bunga pengusir nyamuk dan membersihkan lingkungan," ungkapnya.

Dia berpesan kepada masyarakat, jika keluarga atau lingkungan sekitar mengalami gejala DBD, agar langsung membawanya ke puskesmas terdekat. Gejala DBD itu biasanya terjadi demam tinggi, ruam atau bintik merah pada kulit, nyeri pada otot sendi. "Lalu pusing, mual, muntah, nafsu makan menurun, nyeri ulu hati," lanjut Febria. (fat/fat)