Pemprov Jatim Apresiasi Pengembangan Pulau Tabuhan Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 08:45 WIB
Pulau Tabuhan Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Rencana Pemkab Banyuwangi mengembangkan Pulau Tabuhan menjadi destinasi kelas dunia menuai apresiasi Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Pemprov Jatim, Tjahjo Widodo. Selain mengoptimalkan aset daerah, pengembangan yang dilakukan dengan menggandeng EBD Paragon itu akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Tjahjo mengatakan saat ini perkembangan Banyuwangi sangat signifikan dari tahun ke tahun.

"Banyuwangi tidak hanya berhasil mengangkat nama daerahnya sendiri, tetapi juga Jatim dan Indonesia sebagai negara yang indah dan menarik dikunjungi. Seni budaya serta kearifan lokal Banyuwangi juga terpelihara dengan sangat baik," ujarnya, Jumat (17/1/2020).

Menurut Tjahjo, pengembangan Pulau Tabuan sebagai destinasi wisata internasional akan semakin menambah prestasi Banyuwangi. "Saya yakin Banyuwangi bisa terus bertumbuh menjadi daerah dengan perekonomian yang terus berkembang," jelasnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, pengembangan Pulau Tabuhan adalah momentum yang layak disyukuri. Di tengah tren perlambatan ekonomi, tetap ada investasi yang tumbuh di Banyuwangi, sehingga bisa memberi dampak positif ke ekonomi masyarakat.


Guntur menambahkan, skema penyewaan Pulau Tabuhan sama dengan skema penyewaan Bandara Banyuwangi kepada pihak BUMN PT Angkasa Pura (AP) II.

"Pemkab Banyuwangi juga sangat hati-hati terhadap hal ini. DPRD kami beritahu. Kepolisian, kejaksaan, KPK, dan BPK kami libatkan," tutur Guntur.

Guntur menegaskan, pengembangan Pulau Tabuhan juga sebagai upaya untuk menyelamatkan luasan pulau yang semakin berkurang akibat abrasi. Luasan Pulau Tabuhan saat ini hanya sekitar 5,3 hektar, padahal pada tahun 2001 luasan pulau tersebut sebesar 7 hektar.

"Pihak pengelola harus bisa mengelola pulau tersebut secara profesional. Salah satunya, didorong untuk membangun infrastruktur yang berfungsi untuk menghambat adanya abrasi. Upaya merestorasi terumbu karang dan menjaga kebersihan lingkungan juga wajib dilakukan," jelas Guntur.

Dia mencontohkan komitmen pemkab terkait ekosistem di Banyuwangi. Sebagai contoh, kata dia, pemkab menjaga lingkungan sekitar bandara yang tetap hijau. Ada aturan larangan mendirikan bangunan di sekitar bandara.

"Kami tetap komitmen menjaga ekosistem di sekitar pulau," pungkasnya. (fat/fat)