Belasan Kendaraan Penimbun BBM Diamankan, Puluhan Jeriken Disita

M Rofiq - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 22:28 WIB
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Polisi mengamankan belasan motor modifikasi, 3 mobil, dan 1 kereta kelinci. Kendaraan itu diduga hendak melakukan penimbunan bahan bakar premium.

Belasan kendaraan itu diamankan dari sejumlah SPBU yang ada di Kota Probolinggo.

Kasat Sabhara Polresta Probolinggo, AKP Dwi Sucahyo mengatakan aksi pengamanan akhirnya dilakukan setelah polisi banyak mendapatkan laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan motor bertangki modifikas

Polisi langsung menyebar dan melakukan pengamanan di sejumlah SPBU, Kota Probolinggo. "Awalnya kami dapat banyak aduan masyarakat, kami pun langsung tindak lanjuti dan mendapati beberapa barang bukti ini,"terang Dwi kepada detikcom, Kamis (16/1/2020).

Dwi mengatakan untuk tindakan selanjutnya dirinya akan melimpahkan ke Satreskrim terkait ada tindaknya unsur kriminal dari masing-masing pemilik kendaraan.


Serta bagi kendaraan yang dimodifikasi, akan diserahkan ke Satlantas untuk selanjutnya dilakukan tindakan.

"Terkait proses hukum, kami serahkan seluruhnya ke masing-masing unit. Baik Satreskrim atau pun Satlantas Polresta Probolinggo,"pungkasnya.

Sekadar informasi, 3 unit kendaraan roda 4 yang diamankan petugas yakni Toyota Rush, Daihatsu Feroza, dan Timor. Seluruhnya tertangkap membeli BBM jenis premium untuk di komersialkan atau dijual kembali.

Sementara salah seorang pemilik kendaraan, Muhamad yang merupakan warga Kecamatan Bantaran mengaku membeli BBM untuk dijual lagi secara ecer per liternya.


Biasanya ia membeli BBM, jenis premium dan solar. Untuk memperoleh untung, Muhammad mengaku menjualnya Rp 8 ribu per liter. Atau untung Rp 700 per liter, dari harga eceran tertinggi Rp 6.450 per liter.

"Terpaksa pak jualan ecer begini, karena untung mencukupi kebutuhan keluarga. Ya menyesal sebenarnya," terangnya.

Selain kendaraan, sekitar 80 jeriken turut diamankan polisi dalam penertiban kali ini. 30 jeriken sudah terisi BBM, dan 50 sisanya masih kosong. (iwd/iwd)