Empat Bos Zangradi Ice Cream Jalani Sidang Dakwaan Penggelapan Saham

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 20:26 WIB
Para terdakwa menjalani sidang (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Sidang perdana kasus penggelapan saham senilai Rp 10 juta yang melibatkan empat bos zangradi ice cream bergulir. Keempat terdakwa adalah Willy Tanumulia, Grietje Tanumulia, Emmy Tanumulia, dan Fransiskus Martinus Soesetio.

Dalam sidang dakwaan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo mendakwa keempat tersangka telah melakukan dugaan tindak pidana bersama-sama melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu dalam akta otentik dan atau penggelapan.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 266 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP," kata Damang saat membacakan surat dakwaan di Ruang Garuda 1, Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (14/1/2020).


Usai mendengarkan dakwaan JPU, hakim ketua Pujo Saksono kemudian menanyakan sikap keempat terdakwa. Dan melalui tim penasihat hukumnya, para terdakwa akan mengajukan eksepsi atau keberatan.

"Kami mengajukan eksepsi Yang Mulia," tegas penasihat hukum para terdakwa Erles Rareral kepada hakim.


Dalam kasus ini, keempat terdakwa dilaporkan oleh saksi pelapor Evi Susantidevi Tanumulia yang masih adik kandung dari para terdakwa. Kasus itu bermula saat ibu dari saksi pelapor dan para terdakwa memberikan 10 lembar saham senilai Rp 10 juta kepada saksi pelapor pada sekitar tahun 2017.

Namun para terdakwa diduga mengalihkan saham tersebut menjadi milik mereka berempat tanpa seizin saksi. Pengalihan saham itu bahkan telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanpa seizin saksi pelapor. (iwd/iwd)