Dinkes Banyuwangi Waspadai Empat Penyakit di Musim Hujan, Apa Saja?

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 10:36 WIB
Foto: (iStock)
Banyuwangi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi mewaspadai beberapa penyakit yang menyertai musim hujan. Yakni, penyakit demam berdarah (DB), saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan penyakit leptospirosis.

"Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan dari dampak musim hujan ini. Sehingga, warga diimbau untuk menjaga kebersihan dan higenesanitasi lingkungannya," jelas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Secara rinci, pria yang biasa dipanggil Rio ini menyebut, penyakit saluran pencernaan juga berpotensi menjadi perhatian, terutama saat musim hujan. Mengapa? Karena saat ini juga bersamaan dengan datangnya musim buah. Sehingga dikhawatirkan adanya lalat yang muncul menghinggapi buah tersebut.

"Banyaknya lalat juga dikhawatirkan akan membawa dampak penyakit, karena di kaki lalat itu ada ribuan bibit penyakit. Sehingga makanan yang dihinggapi oleh lalat akan terkontaminasi oleh penyakit," terangnya.

Selain itu ada demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes Aigepty. Nyamuk tersebut berkembang biak di genangan air yang jernih dan banyak terjadi saat musim hujan.


"Langkah yang tepat yaitu, masyarakat melakukan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (Gertak PSN). Kalau di puskesmas ini dilakukan setiap satu minggu sekali yaitu hari Jumat," jelasnya.

Untuk penyakit saluran pernapasan, masyarakat bisa saja tiba-tiba terserang penyakit ini jika sering terkena hujan.

"Kondisi badan kurang fit atau kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terserang virus. Salah satunya muncul penyakit yang perlu diwaspadai adalah atau saluran pernapasan atau ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), bisa juga berawal dari Flu," katanya.

Selain itu penyakit yang perlu diwaspadai saat musim penghujan selanjutnya Leptospirosis. Penyakit ini disebabkan karena adanya bakteri menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi.

"Rentan terjadi karena, musim penghujan disukai tikus, dan membawa kumam bernama leptospira yang menyebabkan penyakit namanya leptospirosis. Manusia bisa terkena leptospirosis melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi atau melalui air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine hewan," tandasnya.

Dinkes Banyuwangi pun mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Terutama menjaga higienitas dan pola hidup bersih terutama saat musim penghujan saat ini.

Simak Video "400 Korban Banjir Keluhkan Sakit di Posko Kesehatan Ciledug"

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)