Weekend Ini Pohon 40 Tahun di Surabaya Bakal Dibuat Ramping

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 21:11 WIB
Perantingan yang dilakukan DKRTH (Foto: Istimewa)
Surabaya - Akhir minggu ini Pemkot Surabaya akan melakukan perantingan besar-besaran. Pohon yang ada di dua lokasi yakni Jalan Ahmad Yani dan Darmo akan 'dirampingkan'.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Hendri Setianto mengatakan sebenarnya perantingan dilakukan setiap hari oleh DKRTH. Perantingan semakin digalakkan saat musim hujan. Kamis (9/1), DKRTH sudah melakukan perantingan besar-besaran di Jalan Ahmad Yani.

"Sabtu besok (11/1/2020), kami akan melakukan perantingan besar-besaran lagi di Jalan Ahmad Yani untuk melanjutkan perantingan Kamis kemarin. Hari Sabtu nanti akan dimulai pukul 05.00-12.00 WIB. Nanti Jalan Ahmad Yani akan ditutup selama pelaksanaan perantingan dan arus lalu lintas akan dialihkan ke frontage road sisi barat," kata Hendri saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Jumat (10/1/2020).

Menurut Hendri, perantingan pada Sabtu kemungkinan akan dimulai dari Siwalankerto hingga Taman Pelangi. Ia memastikan akan menerjunkan sekitar 100 personel, baik dari petugas kebersihan, dan Tim Kadaka.

"Perantingan ini penting karena pohon angsana itu umurnya sudah sekitar 40 tahunan, sehingga banyak yang sudah keropos," kata Hendri.


Keesokan harinya atau Minggu (12/1), DKRTH akan melakukan perantingan besar-besaran di Jalan Darmo sekitar Taman Bungkul dan depan Rumah Sakit Darmo. Perantingan itu akan dimulai sekitar pukul 05.00-10.00 WIB.

Oleh karena itu, Pemkot Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Surabaya yang akan menikmati Car Free Day di Jalan Darmo itu.
"Jadi, nanti mobil-mobil kami akan tetap masuk ke CFD karena akan melakukan perantingan. Tapi kami usahakan mobil-mobil kami sudah di lokasi sebelum CFD dimulai," kata Hendri.

Ia memastikan bahwa pada saat perantingan pihaknya akan meminta bantuan Linmas dan Satpol PP untuk menghalau warga supaya tidak mendekati lokasi perantingan. DKRTH akan menerjunkan sekitar 50 personel dari petugas kebersihan dan Tim Kadaka.

"Kami lakukan pada saat CFD karena saat itu memang tidak ada lalu lalang kendaraan, sehingga kami usahakan ketika CFD selesai, perantingan pun diusahakan selesai," kata Hendri.

Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau DKRTH Rochim Yuliadi memastikan perantingan kali ini akan menggunakan Teknis Pemangkasan Bawah Tanah. Artinya, pemotongan pohon hingga gundul dan hanya disisakan cabang-cabang utamanya.


"Teknis perantingan ini sudah atas perintah Bu Wali Kota karena memang saat ini cuaca ekstrem dan rawan terjadi pohon tumbang," katanya.

Namun begitu, ia memastikan bahwa meskipun dipotong gundul, pohon Angsana itu akan cepat berdaun kembali dan akan semakin indah. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Dalam melakukan perantingan kami juga selalu hati-hati karena banyak kabel-kabel yang melintas. Kami juga menerjunkan sky walker untuk membantu perantingan itu," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika M. Fikser memastikan bahwa dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem ini, Pemkot Surabaya sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain perantingan, pemkot juga terus menambah kapasitas pompa air dari 1-5 meter kubik.

"Pompa air juga akan kami tutup untuk mencegah banjir rob. Apalagi ada prediksi dari BMKG bahwa akan ada banjir rob," tandas Fikser. (iwd/iwd)