Pemprov Jatim Kembangkan Budidaya Udang Vaname di Pesisir Selatan

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 18:50 WIB
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mengembangkan budidaya udang vaname di kawasan pesisir selatan Jawa. Mengingat potensi dan prospek di Trenggelake yang sangat besar.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan salah satu upaya pengembangan budidaya udang vaname dengan membangun Instalasi Budidaya Air Laut (Ibal) di bawah Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim. Salah satunya di kawasan Teluk Prigi, Trenggalek.

"Wilayah pesisir selatan Jatim, termasuk Trenggalek memiliki kualitas air yang yang sangat baik. Bisa dikatakan bisnis tambak udang adalah bisnis airnya, atau mengelola airnya yang paling penting," kata Emil saat mengikuti panen raya udang vaname di Ibal Prigi, Jumat (10/1/2020).

Menurutnya, konsep Ibal yang menjadi salah satu pusat budidaya sekaligus pengembangan dinilai cukup efektif, hal ini terbukti dari operasional yang dijalankan di Prigi. Dengan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang konsisten dan memanfaatkan bahan probiotik herbal hasil produksi udang mampu dimaksimalkan.

"Alhamdulillah ini sudah berhasil panen dengan ukuran 40. Masyarakat juga banyak yang mencoba belajar dan ikut mengembangkan. saya mengapresiasi ibal prigi yang sudah menerapkan SOP," ujarnya.


Pihaknya berharap warga di pesisir selatan Jatim bisa mengambangkan udang vaname tersebut, sehingga perekonomian masyarakat menjadi terangkat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Provinsi Jatim, Hari Pranoto, mengatakan budidaya udang vaname di Ibal Prigi tersebut menerapkan sistem bio teknologi dengan basis herbal.

"Yakni mengolah air secara maksimal dengan memanfaatkan bakteri yang sudah kami lemahkan agar ada dampak positif dan meminimalisir penggunaan listrik. Selain itu juga FCR pakan lebih rendah, sehingga hasilnya lebih bagus," Hari Pranoto.

Dia menjelaskan, penggunaan bio teknologi, produksi udang tersebut mampu dimaksimalkan. Masa pemeliharaan yang biasanya mencapai 120 hari atau empat bulan, dengan sistem baru bisa dikurangi menjadi 60-70 hari.

"Pangsa pasar udang untuk Jawa Timur masih terbuka lebar. Harga pasar lumayan bagus, untuk saat ini Rp 80 ribu. Kalau fluktuasi harganya antara Rp 64 ribu-Rp 80 ribu, tergantung kondisi pasar," imbuhnya.

Pihaknya mengakui saat ini budidaya udang vaname masih banyak dikembangkan di wilayah pesisir utara. Dengan adanya Ibab di Prigi diharapkan pembudidaya udang akan semakin banyak. (fat/fat)