Kota Ini Mantab jadi Industri Maritim

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 11:52 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Pemprov Jatim telah menetapkan wilayah utara Kabupaten Lamongan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) industri maritim. Tak hanya fokus sarana infrastruktur saja, melainkan juga upaya pengembangan SDM sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu upaya pengembangan SDM di antaranya, dengan mengembangkan kerjasama link & match antara sekolah dengan industri. Seperti yang dilakukan PT Dok Pantai Lamongan dengan SMKN 2 Lamongan. Kerjasama link & match ini sudah berlangsung mulai tahun 2016 hingga 2022 mendatang. Dan periode pertama kerjasama langsung direkrut 10 org siswa.

Dan ini dibuktikan dengan Pemkab Lamongan sudah memberikan kemudahan kawasan industri baru seluas 900 hektar. Sementara untuk infrastruktur yang diharapkan, yakni kemudahan akses jalan bebas hambatan untuk wilayah pantura, pemerintah pusat sedang mengevaluasi tata ruang nasional, untuk membuka akses tol yang akan menghubungkan Gresik dengan Tuban, dan akan melintasi wilayah Lamongan.

"Salah satu upaya sudah dilakukan secara komprehensif. Saat ini sudah mulai diberlakukan Online Single Submission (OSS). Hingga upaya meminta dukungan dari pemerintah pusat, baik itu dukungan dalam bentuk kebijakan, serta bantuan infrastruktur," kata Kepala Bappeda Pemkab Lamongan, M. Faiz Junaedi saat dikonfirmasi.

Faiz menambahkan, upaya menjadikan Lamongan sebagai KEK untuk industri maritim sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.


"Untuk alternatifnya apakah dari melalui jalur tengah atau jalur pantura. Saat ini masih dikaji oleh pemerintah pusat. Dan pengelolaannya oleh konsorsium BUMN," ujarnya.

Faiz menegaskan bahwa Pemkab Lamongan juga berharap dengan berkembangnya industri maritim juga diikuti dengan perkembangan SDM. Salah satunya bekerjasama dengan Pemprov Jatim untuk mengembangkan SMK Maritim, dan tanah disediakan oleh pemkab, sementara pengelolaan oleh Pemprov Jatim.

"Kapal yang kami luncurkan hari ini bernama Maritim Perkasa 3032, dengan pengerjaan kapal ini dilakukan selama kurun waktu empat bulan," kata Romeo Hasan Basri, Commercial Division Head PT Dok Pantai Lamongan (DPL).

"Peluncuran kapal ini juga turut menandai kemampuan sumber daya yang dimiliki Jawa Timur dan Lamongan, khususnya potensi sumber daya manusia (tenaga kerja, red.) serta aksesibilitas terhadap material produksi," kata Romeo.

Dia menambahkan selain menjalin kerjasama dengan kampus Politeknik Perkapalan ITS, pihaknya juga membuka program pemagangan nasional hasil kerjasama perusahaan, disnaker, dan pemerintah desa dengan, dengan merekrut warga desa sekitar. (hil/fat)