Pengacara Bule Belanda Keluhkan Rekonstruksi Pembunuhan

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 17:37 WIB
Hendrik saat menjalani rekonstruksi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Kasus pembunuhan yang di lakukan bule warga negara (WN) Belanda Hendrik Tibboel (56) sudah dilakukan rekontruksi. Namun kuasa hukum tersangka merasa ada beberapa tahapan rekontruksi yang dinilai kurang tepat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Arie Ramadhani, pengacara bule WN Belanda kepada detikcom, Kamis (9/1/2020).

Menurut Arie, saat mengamati 15 adegan rekonstruksi yang dilakukan polisi di rumah tersangka di Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, Rabu (8/1) kemarin, terdapat beberapa adegan yang kurang tepat menurutnya.


Di antaranya, kurang lengkapnya rekonstruksi saat tersangka mondar-mandir dari kamar mandi ke tempat tidur, minuman yang diminum tersangka bukan minuman bersoda melainkan arak cap tikus dan tidak adanya adegan saat Hendrik Tibboel menenggak pil Allopurinol.

"Mungkin beberapa ada yang kurang karena menghemat waktu. Tapi ini menjadi catatan kami," ujarnya.

Selain itu, kata Arie, saat adegan rencana bunuh diri dengan cara membakar diri, seharusnya adegan dilakukan di lantai dua. Tapi pada saat rekonstruksi dilakukan di lantai satu. Dan selanjutnya, adanya percobaan bunuh diri yang kedua dengan menenggak puluhan pil.


"Ada pula saat minum miras itu buka minuman bersoda. Tapi minum arak cap tikus sesuai di BAP," pungkasnya.

Polresta Banyuwangi, Rabu (8/1) menggelar rekonstruksi pembunuhan Nur Hofiani di rumah tersangka Hendrik Tibboel, bule WN Belanda, di Lingkungan/Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Pelaku yang tak lain mantan suami korban memperagakan sebanyak 15 adegan.



Simak video Bule Belanda Bunuh Teman Wanitanya Gegara Ngorok:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)