Kasus Dumping Limbah B3 di Mojokerto Seret 3 Perusahaan di Jatim dan Jabar

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 19:44 WIB
Limbah B3 yang dibuang di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Mojokerto - Kasus pembuangan (dumping) limbah B3 secara ilegal di lahan bekas galian C Mojokerto menyeret 3 perusahaan di Jatim dan Jabar. Polisi telah memeriksa manajemen ketiga perusahaan itu. Kasus ini akan digelar untuk menentukan tersangkanya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima mengatakan ketiga perusahaan itu adalah pabrik kertas PT Adiprima Suraprinta di Desa Sumengko, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik, pabrik pengolahan limbah B3 PT Triguna Pratama Abadi di Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang, Jabar, serta perusahaan transporter limbah B3 PT Tenang Jaya Sejahtera di Karawang.

"Manajemen PT Adiprima Suraprinta, PT Tenang Jaya dan PT Triguna Pratama Abadi sudah kami mintai keterangan sebagai saksi. Kami tanyakan SOP di perusahaannya masing-masing," kata Dewa kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Rabu (8/1/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan para pihak manajemen, ketiga perusahaan tersebut menjalin kerjasama untuk menangani limbah jenis sludge kertas. PT Adiprima Suraprinta sebagai penghasil limbah sludge kertas bekerjasama dengan transporter PT Tenang Jaya Sejahtera.

Oleh PT Tenang Jaya, seharusnya limbah yang tergolong Bahan Beracun dan Berbahaya itu dibawa ke PT Triguna Pratama Abadi untuk diolah. Sayangnya, limbah B3 tersebut kepergok warga dibuang di lahan bekas galian C milik Zainul Arifin (46) di Dusun Kecapangan, Desa/Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.


"Berdasarkan keterangan manajemennya, ada hubungan kerjasama. PT Tenang Jaya mengambil limbah dari PT Adiprima Suraprinta untuk diolah di PT Triguna Pratama Abadi," terang Dewa.

Sejauh ini, kata Dewa, penyidik telah memeriksa 21 saksi. Mulai dari warga Dusun Kecapangan, manajemen ketiga perusahaan, 3 sopir dump truck yang kepergok membuang limbah, hingga pemilik lahan bekas galian C Zainul Arifin (46), warga Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

"Kami juga sudah menyita bukti 3 dump truck limbah B3 jenis sludge kertas, kami periksa buku ekspedisi dan ketiga truknya kami jadikan bukti," ungkapnya.

Dewa menegaskan, sampai hari ini pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Menurut dia, tersangka dumping limbah ilegal akan ditentukan dalam gelar perkara besok, Kamis (9/1) pagi.


"Gelar perkara untuk meneliti alat bukti apakah sudah cocok untuk menetapkan tersangka atau masih ada yang harus dilengkapi," tandasnya.

Kasus dumping limbah B3 ilegal ini terungkap setelah warga mengamankan 3 dump truck beserta sopirnya pada Minggu (15/12). Saat itu, ketiga sopir kepergok warga membuang limbah sludge kertas di lahan bekas galian C Dusun Kecapangan, Desa Ngoro. Lahan bekas galian itu diketahui milik Zainul Arifin (46), warga Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Dump truck yang dihadang warga saat ini sudah diamankan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari. Yaitu jenis Mitsubishi Fuso nopol T 9602 DB, T 9772 DCT, serta T 9750 DA. Ketiganya masih berisi limbah sludge kertas.

Ketiga sopir dump truck tersebut masih berstatus saksi. Yaitu Muhlisin (47), warga Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang, Moh Basuki (35), warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang, serta Armanurrohim (38), asal Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto. (iwd/iwd)