Kena e-Tilang Tapi Enggan Bayar Denda? Siap-siap Saja Diblokir

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 14:39 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau e-Tilang di Surabaya rencananya akan diberlakukan mulai 14 Januari 2020. Sistem ini dilengkapi kamera yang bisa mendeteksi setiap kendaraan yang melanggar.

Dari data yang dihimpun, ada beberapa tahapan saat pengendara terkena tilang. Awalnya, pelanggar akan terekam camera E-TLE. Lalu, petugas menganalisis hasil camera E-TLE berupa foto atau video, apakah termasuk pelanggaran lalu lintas atau bukan.

Sementara yang tidak merupakan pelanggaran lalu lintas, hasil capture camera E-TLE tetap tersimpan di dalam sistem.

Usai itu, petugas melakukan verifikasi data kendaraan dengan melakukan pengecekan identitas ranmor di database Electronic Registrations and Indentification (ERI). Setelah datanya cocok, petugas langsung menerbitkan surat konfirmasi yang ditunjukan ke pemilik kendaraan.

Setelah itu barulah petugas mengirim surat konfirmasi ke pemilik kendaraan melalui Media Elektronik berupa email, SMS, dan whatsap atau jasa pengiriman PT POS Indonesia.


Barulah pelanggar bisa mengkonfirmasi data dan jenis pelanggarannya melalui website. Nanti akan muncul Kode Briva atau kode pembayaran E-tilang. Barulah terbit surat tilang dan bisa dibayar melalui Bank BRI.

Sementara jika pengendara tidak merasa melakukan pelanggaran, bisa memilih digelarnya sidang.

"Jadi ada dua yang saya sampaikan tadi. Pertama kalau masyarakat menerima pelanggarannya, dia akan menerima lembar biru dan langsung ke BRI berarti dia menerima pelanggaran yang sudah dia lakukan," kata Budi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (7/1/2020).

"Kalau dia tidak menerima, dia bisa melakukan pilihan tidak sesuai dengan memilih lembar merah, jadi dia mengikuti sidang. Nanti yang ditentukan oleh pengadilan yang sudah ditentukan, tanggalnya ada sidang tetap," imbuhnya.

Lalu, bagaimana jika pelanggar tak mau mengkonfirmasi hingga enggan membayar denda? Budi menegaskan pihaknya tak segan melakukan pemblokiran.


Jika pengendara tetap tidak mau membayar, siap-siap saja tagihan menunggak saat membayar pajak.

"Sudah ada tadi kita akan lakukan pemblokiran, pasal 115 ayat 3. Kalau tetap tidak bayar, nanti itu dia kan bayar pajak di samsat. Terdata juga di samsat. Dendanya tetap. Apalagi sekarang dispenda sudah melakukan wajib pajak," lanjut Budi.

Untuk itu, Budi mengimbau masyarakat tetap tertib berlalu lintas. Karena, setiap pelanggaran di Jalan, akan dimintai tanggung jawab.

"Bahwa nanti penegakan hukum kita sudah sistem E-LTE dengan CCTV untuk itu kami imbau masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas dan peraturan yang ada," imbau Budi. (hil/iwd)