Polisi Bekuk Pengedar Dolar Palsu, 1.000 USD Disita

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 13:17 WIB
Seorang pengedar dolar palsu dibekuk (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Polisi menangkap seorang pengedar uang dolar Amerika Serikat (AS) palsu, MY. Pria berusia 53 tahun ini ditangkap saat melakukan transaksi penjualan di sebuah hotel di Surabaya.

"Kami dari Ditreskrimum Polda Jatim akhir Desember telah melakukan pengungkapan terhadap adanya peredaran uang palsu dalam bentuk dolar. Ini dari informasi dari masyarakat, saya mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang sudah membantu," kata Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (6/1/2020).

"Pengungkapan ini diawali informasi dari masyarakat dari tim resmob, ada transaksi di salah satu hotel, kami melakukan penyidikan, tersangka sedang melakukan transaksi uang selama bentuk dolar," imbuh Pitra.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti 1.000 lembar uang dolar pecahan 100 USD. Jika dirupiahkan dengan kurs dolar Rp 13.859, maka dolar yang diamankan mencapai Rp 1,3 miliar.


"Kami melakukan penyitaan 1.000 lembar dolar pecahan 100 dolar. Kalau kami kalkulasikan ada Rp 1 miliar sekian," lanjutnya.

Pitra menyebut pihaknya masih memburu pelaku lain. Karena, tersangka MY mengaku mendapatkan dolarnya dari temannya. Uang tersebut dibeli MY senilai Rp 8.000 per lembar dolar untuk dijual kembali.

"Ini transaksi dari orangnya inisial ST. Dolar palsu ini fisiknya mirip, tapi kalau kita dalami dari segi kasar lembutnya, hologramnya tidak ada. Dolar palsu itu dijual kembali dengan harga dolar yang sekarang, kalau ada yang mau beli," paparnya.


Namun saat ditanya, MY mengaku belum sempat menjual uang tersebut. Selain itu, MY menyebut uang tersebut tidak laku saat digunakannya.

"Keterangan yang bersangkutan pernah mencoba menggunakan tapi tidak laku. Ini belum sempat diedarkan, kita berpesan hati-hati dengan uang palsu kan ada mesin untuk mengecek untuk melihat keasliannya," imbau Pitra.

Sementara itu, MY dijerat dengan pasal 244 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan uang dan atau mengedarkan mata uang palsu. MY terancam 15 tahun penjara. (hil/iwd)