Trenggalek Siap Hadapi Potensi Bencana Alam

Adhar Muttaqin - detikNews
Sabtu, 04 Jan 2020 20:37 WIB
Foto: Istimewa
Trenggalek - Tim gabungan dari kepolisian dan berbagai unsur kebencanaan di Trenggalek kembali melakukan pengecekan kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana alam.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak bersama unsur pimpinan daerah melakukan pengecekan di beberapa titik. Di antaranya rencana lokasi pengungsian, posko bencana, peralatan tanggap darurat hingga salah satu pintu air.

"Keberadaan kita semua sangat diharapkan oleh warga masyarakat bila sewaktu-waktu muncul bencana kita harus siap membantu kesulitan warga masyarakat Trenggalek," kata Calvijn Simanjuntak, Sabtu (4/1/2020).

Dalam apel dan pengecekan kesiapsiagaan tim kebencanaan, Calvijn berharap seluruh instansi dapat melakukan koordinasi dan sinergi dengan baik pada saat terjadi kejadian darurat bencana.


Di Trenggalek terdapat tiga posko besar bencana yakni di Kecamatan Trenggalek, Panggul, dan Kecamatan Tugu. Selain itu juga telah disiapkan posko lain di seluruh kecamatan.

Calvijn menambahkan selain posko, pihaknya memastikan sejumlah peralatan pendukung tanggap darurat bencana juga telah siap, di antaranya alat berat hingga peralatan dapur umum.

Pihaknya mengakui hingga saat ini tidak ada kejadian bencana alam yang menonjol di wilayah Trenggalek. Meski demikian, kesiapan dari seluruh instansi yang bersinggungan dengan kebencanaan tetap optimal.

"Harapannya ketika benar-benar ada bencana, semua siap untuk memberikan layanan kepada masyarakat," ujarnya.


Ditambahkan Calvijn, selain posko bencana, Kapolres Trenggalek bersama forkopimda juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung posko pintu air atau Dam Dawung. Pintu air tersebut menjadi salah satu objek vital yang menjadi pengendali air di wilayah dalam kota Trenggalek.

"Trenggalek ini adalah daerah dengan risiko bencana alam tinggi, ada banjir, longsor, tanah gerak hingga angin kencang. Makanya semua harus siap, masyarakatnya, pemerintahnya maupun aparat kepolisian," imbuh Calvijn. (iwd/iwd)