Dampak Banjir di Jakarta, Permintaan Telur dari Blitar Turun 20%

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 14:30 WIB
Foto file: Erliana Riady
Blitar - Dampak bencana banjir Jakarta berimbas permintaan telur dari Blitar menurun. Akibatnya, harga telurpun terkerek turun hingga Rp 2 ribu/kg.

Ketua Koperasi Peternak Telur Putra Jaya Blitar, Sukarman mengatakan telur produksi Blitar tidak bisa masuk ke wilayah terdampak banjir. Terutama wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Namun Sukarman masih mengaku beruntung, karena stok untuk Food Station sudah bisa didistribusikan sebelum banjir menerjang Jakarta.

"Alhamdulillah untuk Food Station DKI Jakarta sudah terkirimkan sebelum banjir. Ini yang banyak, menunda pemesanan karena gudangnya terendam banjir. Jadi permintaan turun sampai 20 persen," kata Sukarman dikonfirmasi detikcom, Jumat (3/1/2020).

Seperti kontrak dengan food station untuk mengirim sebanyak 200 ton telur tiap bulan, di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah pun biasanya pesanan pengiriman telur bisa mencapai 200 ton/bulan. Namun permintaan turun sejak awal Januari tahun ini.


Karena kapasitas produksi tetap tinggi sementara permintaan turun, otomatis harganya pun ikut turun. Menurut Sukarman, tanggal 30 Desember 2019, harga telur di tingkat peternak masih di kisaran Rp 20.000 sampai Rp 19.700/kg. Namun begitu memasuki tanggal 1 Januari 2020, harga turun meluncur tajam.

"Kalau biasanya turun itu bertahap mulai Rp 200 sampai Rp 500/kg. Ini habis tahun baruan itu meluncur turun sampai di peternak hanya Rp 18.500/kg.

Nafas para peternak layer ini pun harus tertahan, karena ongkos distribusi ikutan naik saat banjir menghadang. Jika biasanya satu truk dengan kapasitas angkut 5040 kg minta ongkos angkut ke Jakarta dan Jawa Barat seharga Rp 3 juta. Jika banjir menghadang, mereka akan minta tambahan ongkos sampai Rp 400 ribu sekali jalan.

"Kalau macetnya panjang malah kadang minta tambah sampai Rp 600 ribu sekali jalan. Karena banyak pasar, toko, gudang tutup jadi mereka (sopir truk) susah dapat barang untuk diangkut saat perjalanan pulang," paparnya.

Sukarman sangat berharap pada Mentan Yasin Limpo untuk memberikan secercah harapan bagi nasib para peternak. Apalagi saat musim hujan, ketersediaan jagung sebagai bahan pakan ternak utama diamankan agar harganya tidak memberatkan para peternak ayam.



Tonton video Eko Patrio Minta Jangan Saling Menyalahkan Soal Banjir:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)