Round-Up

Ikan Tongkol Biang Keladi Keracunan Massal 250 Warga Jember

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 07:28 WIB
Foto: Istimewa
Jember - Pesta usai malam tahun baru berujung petaka. Ratusan warga Jember yang tersebar di 21 kecamatan mengalami mual muntah dan pusing. Usut punya usut, sekitar 250 warga keracunan ikan tongkol yang dibakar saat makan malam menyambut tahun baru.

Satu per satu warga dibawa ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Meski tidak membutuhkan waktu lama untuk perawatan, namun peristiwa ini membuat Dinas Kesehatan Jember menetapkan status Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (SKD KLB) keracunan ikan tongkol.

"Ada yang menjalani rawat inap dan ada yang rawat jalan. Kita masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mencari dugaan penyebab keracunan," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Dyah Kusworini saat dikonfirmasi, Kamis (2/1/2020).


Pihaknya pun melakukan investigasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger dengan Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perikanan, Kelautan (Disperikel), dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setempat.

"Karena informasinya tempat membeli ikan itu di Puger, kami pun masih menuju ke sana untuk investigasi ini. hasil konkret kebenarannya, masih menunggu, nanti saya sampaikan hasilnya," sambungnya.

Hasil sementara investigasi tim gabungan diduga keracunan ikan tongkol jenis tikus yang dibeli dari nelayan Puger dan sekitarnya. Tongkol Tikus diketahui memiliki kandungan histamin yang cukup tinggi.


"Nelayan Puger menyebutnya tongkol tikus. Warnanya lebih hitam dari tongkol jenis lainnya," jelas Murtadlo.

Dia menjelaskan, sejak tanggal 23-31 Desember 2019, hasil tangkapan tongkol tikus sangat melimpah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Jika tanpa pendinginan yang memadai, durasi untuk mengonsumsi ikan tongkol tikus ini maksimal 4 jam setelah ditangkap.
Selanjutnya
Halaman
1 2