Korban Jiwa Akibat Kecelakaan di Bojonegoro Tinggi, Ini Langkah Polisi

Ainur Rofiq - detikNews
Rabu, 01 Jan 2020 14:40 WIB
Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro - Jumlah kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polres Bojonegoro sepanjang tahun 2019 menurun jika dibanding 2018. Namun jumlah korban jiwa bertambah.

Tingginya korban meninggal membuat Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan akan mendorong pembuatan inovasi bersama satlantas berupa pelatihan. Ini bertujuan agar masyarakat di lokasi black spot bisa mengetahui siapa yang dihubungi jika ada kecelakaan.

"Ke depan kita akan berupaya menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan lalu-lintas. Ini yang terpenting," kata Kapolres AKBP M. Budi Hendrawan kepada wartawan di Mapolres Bojonegoro, Rabu (1/1/2020).

Pihaknya juga akan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub), rumah sakit, dinas kesehatan, terkait masalah penanganan awal pasca kecelakaan. Karena penanganan awal ini yang biasanya menentukan fatalitas korban kecelakaan.

"Nanti di titik-titik blckspot kita akan beri pelatihan agar masyarakat di sekitar lokasi tersebut bisa tahu, siapa yang dihubungi kalau ada kecelakaan dan apa yang harus dilakukan. dalam rangka menekan fatalitas kecelakaan," tambahnya.


Dirinya juga berharap angka kecelakaan bisa menurun. Namun yang lebih penting lagi angka fatalitas korban kecelakaan dapat diminimalisir.

"Tidak mungkin tidak ada kecelakaan, karena jumlah kendaraan terus bertambah. Sementara jalan bertambah kecil, tapi dengan upaya yang kita lakukan paling tidak dapat menekan fatalitas korban kecelakaan," ucap kapolres asal Bojonegoro.

Sementara data kecelakaan lalu-lintas di Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2019 antara lain, jumlah laka lantas sebanyak 866 kejadian turun sebesar 3,67 persen, jika dibanding tahun 2018, sebanyak 899 kejadian.

Sedangkan jumlah korban jiwa atau meninggal dunia sebanyak 120 orang atau naik sebesar 10,09 persen, jika dibanding tahun 2018 sebanyak 109 korban meninggal.

Jumlah korban luka berat sebanyak 23 orang, atau turun sebesar 23,33 persen, jika dibanding tahun 2018, sebanyak 30 korban luka berat. Untuk korban luka ringan sebanyak 1.390 orang atau turun sebesar 11,07 persen, jika dibandingkan tahun 2018 sebanyak 1.563 korban luka ringan.

Untuk jumlah kerugian material, sebesar Rp 935 juta atau naik sedikit yakni sebesar 1,85 persen, jika dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 918 juta. (fat/fat)