Kaleidoskop 2019

Heboh Kasus Prostitusi Online Libatkan Finalis Putri Pariwisata PA

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 22:03 WIB
PA, finalis putri pariwisata (Foto: Istimewa)
Surabaya - Masih ingat dengan kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel di awal 2019? Beberapa bulan setelahnya, kasus serupa menimpa Finalis Putri Pariwisata berinisial PA.

Kejadian ini bermula pada Jumat (25/10) malam. Saat itu, tim Jatanras Polda Jatim mengamankan tiga orang, yakni dua laki-laki berinisial J dan YW dan satu perempuan, PA di sebuah hotel di Batu. Ketiganya diamankan terkait kasus dugaan prostitusi online.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya alat kontrasepsi, celana dalam, tisu bekas, dan pakaian.

"Iya, sudah kami amankan Barang bukti yang diamankan berupa alat kontrasepsi, celana dalam, tisu bekas dan pakaian," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera kepada wartawan di Mapolda Jatim, Sabtu (26/10/2019).


1. Polisi juga Sita Uang Muka Belasan Juta

Polisi menyebut ada uang belasan juta rupiah yang diduga sebagai uang muka untuk transaksi prostitusi online.

"Ada memang uang Rp 13 juta lebih sebagai uang muka di dalam transaksi online itu," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Makassar, Sulsel, Sabtu (26/10/2019).

Uang muka ini, disebut Barung, menjadi bukti penting untuk penanganan kasus prostitusi online yang terjadi di Kota Batu, Jawa Timur.

2. PA Minta Maaf Coreng Nama Baik Ajang Putri Pariwisata

Usai diperiksa, PA meminta maaf telah membuat kegaduan atas perbuatannya hingga diamankan di hotel kawasan Kota Batu. Dia juga meminta maaf jika ada lembaga yang ikut terseret dalam kasus prostitusi online tersebut.

"Saya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada beberapa pihak yang telah tercoreng nama baiknya. Saya juga pernah turut aktif di sana," kata PA kepada wartawan di Mapolda Jatim usai menjalani pemeriksaan, Minggu (27/10/2019).

Dirinya mengaku apa yang terjadi saat ini merupakan pelajaran dan mengambil hikmahnya. PA juga menampik jika dirinya menjadi salah satu finalis ajang Putri Indonesia.

"Saya mohon maaf dan apapun yang terjadi ini merupakan pelajaran yang sangat besar buat saya. Saya melihat pemberitaan PA merupakan Puteri Indonesia. Itu sangat salah, karena saya tidak pernah mengikuti ajang Puteri Indonesia. Saya tidak mengikuti, bahkan tidak pernah menjadi bagian Puteri Indonesia," tambahnya.

Foto: Istimewa-Polda Jatim

3. Muncikari Finalis Putri Pariwisata PA Jadi Tersangka, Ternyata juga Pakai Ganja

Polisi telah menetapkan muncikari prostitusi online PA, yakni J, sebagai tersangka. Selain itu, J dinyatakan positif menggunakan ganja.

"Kaitan dengan yang bersangkutan (muncikari) positif menggunakan ganja. Memang kami selaku penyidik memiliki waktu 3x24 jam. Nanti kami koordinasi dengan Dirnarkoba Polda Jatim," kata Kanit V Jatanras Ditreskrimum AKP Aldy Sulaiman saat dimintai konfirmasi, Minggu (27/10/2019).

4. Tawarkan PA, Muncikari Kantongi Untung Rp 16 Juta

Muncikari yang menawarkan finalis Putri Pariwisata berinisial PA, dipastikan meraup keuntungan cukup besar dalam menjalankan bisnis prostitusi online. Polisi menyebut J mendapat keuntungan Rp 16 juta.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela mengatakan J mendapat Rp 16 juta usai mempertemukan PA dengan pengguna berinisial YW.

"Total transaksi nanti kami sampaikan karena lagi melengkapi itu. Kalau (J) menerima di atas Rp 16 juta," kata Leo saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (28/10/2019).

Tak hanya itu, uang Rp 16 juta ini juga di luar biaya akomodasi yang disiapkan tersangka. Misalnya untuk tiket, mobil hingga tarif hotel.

"Kalau menerima di sekitar atas Rp 16 juta di luar akomodasi yang disiapkan yang bersangkutan seperti tiket, hotel dan lain-lain," imbuh Leo.


5. Polisi Tangkap Tersangka Lain yang Jadi Muncikari PA

Polisi akhirnya menangkap salah satu Muncikari finalis Putri Pariwisata PA, Sony Dewangga. Sebelumnya, polisi sempat menetapkan status DPO pada Sony yang tersangkut kasus prostitusi online.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela membenarkan penangkapan Sony. Kini, Sony berada dalam perjalanan ke Mapolda Jatim.

"Ya (sudah ditangkap), ini on the way ke polda," kata Leo melalui pesan singkat yang diterima detikcom di Surabaya, Rabu (30/10/2019).

6. Jaringan Public Figur Asuhan Muncikari Vanessa Angel Pindah ke Muncikari Finalis Putri Pariwisata PA

Polisi menyebut kasus prostitusi online yang melibatkan Finalis Putri Pariwisata, PA ternyata berkaitan dengan jaringan muncikari Vanessa Angel. Para public figur yang tergabung pun sama dengan pelaku-pelaku yang ada di jaringan muncikari di kasus Vanessa.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan sebagian dari anak asuh Muncikari Vanessa Angel berpindah ke kelompok prostitusi online ini. Untuk itu, Luki memerintahkan penyidik untuk memeriksa digital forensiknya.

"Kami perintahkan lagi untuk membongkar digital forensiknya. Karena kita dapat laporan baru sepintas, bahwa orang-orang yang dulu ada di kelompok yang pernah kami ungkap sebelumnya, ternyata orang-orang itu sudah sebagian hijrah ke kelompok ini," papar Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (30/10/2019).

Luki memaparkan prostitusi online ini juga menawarkan para public figure. Bahkan, para public figur ini berasal dari bimbingan muncikari Vanessa.

"Jadi ini ada kaitannya, orang-orangnya yang dulu dibina muncikarinya VA ini beberapa orang kami lihat sepintas loh ini kan ada di Muncikari yang dulu. Ini nanti akan kami lihat lagi," imbuh Luki.

Selain itu, Luki menyebut ada 100 anak public figur dalam jaringan ini. Pihaknya juga telah mengantongi nama-nama berikut dengan tarif mulai dari Rp 16 juta hingga mencapai Rp 100 juta.

Foto: Istimewa-Polda Jatim

7. Perbedaan Prostitusi Online Vanessa Angel dan Finalis Putri Pariwisata PA

Dua kasus prostitusi online yang melibatkan public figur ini sempat menghebohkan masyarakat. Namun, kasus ini ternyata sangat berbeda. Apa sih bedanya?

Dalam kasus prostitusi online ini, Finalis Putri Pariwisata PA ini tidak ditahan. Sedangkan Vanessa Angel ditahan di Polda Jatim. Direktur Reserse Umum dan Krimimal (Dirkrimum) Kombes Kombes Gideon Arif Setyawan menyebut dalam kasus ini, PA tidak menyebarkan konten pornografi seperti Vanessa.

"Beda case-nya, kalau Vanessa kan ngeshare gambar ada ITE-nya (UU Informasi Transaksi Elektronik). Ini (PA) nggak," kata Gideon saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (27/10/2019).

Selain perbedaan penerapan hukum kepada keduanya, saat itu, Vanessa terjerat UU ITE menyebarkan konten asusila. Sedangkan PA dalam pemeriksaan selama 1x24 jam tidak ditemukan unsur pidananya dan statusnya hanya saksi. Gideon juga mengungkapkan dalam pemeriksaan penyidik, PA kooperatif dibandingkan Vanessa.

"Vanessa ndak kooperatif, Ini (PA) kooperatif. Vanessa masih merasa benar, ini merasa bersalah," pungkasnya. (hil/iwd)