Pengiriman 8 Kg Sabu Asal Malaysia Digagalkan, Tiga Orang Diamankan

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 17:22 WIB
BNNP Jatim menunjukkan barang bukti 8 kg sabu (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Jelang malam pergantian tahun baru, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim menangkap tiga tersangka pengedar sabu. Dari tangan ketiga tersangka juga BNNP turut menyita barang bukti sabu sebanyak 8,150 kg.

Para tersangka adalah Zainab Abidin dan Indah Pratiwi yang masih bersaudara berasal dari Ternate, Maluku Tenggara yang tertangkap di Stasiun Pasar Turi. Sedangkan satu lainnya yakni M Edi warga Pamekasan, Madura yang ditangkap di sebuah hotel di daerah Jemursari.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha mengatakan penangkapan dilakukan karena pihaknya mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman sabu dengan jumlah yang besar dari Malaysia. Adapun ketiga tersangka tersebut merupakan bagian dari jaringan internasional itu.

"Kami yang mendapat informasi akan masuknya sabu asal Malaysia dengan jumlah cukup besar, lalu membentuk tim untuk melakukan pemantauan," kata Bambang saat jumpa pers di kantor BNNP Jatim, Selasa (31/12/2019).


Dari keterangan dua tersangka, lanjut Bambang, mereka nekat menjadi kurir sabu karena diiming-imingi upah besar. Bukan uang, namun upah itu berupa sebuah mobil Honda Jazz.

"Keterangan dua tersangka ini karena akan diupah mobil Honda Jazz," tambahnya.

Bambang menuturkan, kedua tersangka menyelundupkan sabu dengan menggunakan kereta api jurusan Jakarta-Surabaya. Setiba di Stasiun Pasar Turi, keduanya kemudian langsung menuju sebuah hotel di kawasan Jemursari.

"Dari Stasiun, mereka menuju hotel di kawasan Jemursari, yang sudah dipesankan kamar oleh ME yang bertugas mengambil barang," tutur Bambang.


"Saat meninggalkan kamar, keduanya langsung kami sergap. Kemudian tersangka lainnya pada saat akan mengambil sabu juga kami tangkap juga," imbuhnya.

Dikatakan Bambang, kedua tersangka mengaku baru dua kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Keduanya mengaku diperintah oleh seorang bandar di negeri Jiran.

"Disuruh Koko bandar besar asal Malaysia. Jaringan ini langsung terputus, dan kami masih melakukan penyelidikan lebih mendalam," pungkasnya. (fat/iwd)