Songsong 2020 Lebih Baik, Pemprov Jatim Gelar Doa Bersama Ribuan Yatim Piatu

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 16:37 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Menyongsong tahun 2020 yang lebih baik, Pemprov Jawa Timur menggelar doa bersama dan memberi santunan 1.500 anak yatim piatu. Meski tak riuh dengan sorak letupan kembang api, doa yang dilantunkan anak-anak ini mengalun nyaring dan merdu.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengatakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang sedang menunaikan ibadah umroh di Makkah juga tengah mendoakan Jatim lebih baik ke depannya.

"Dari Mekah kita berdoa, dari Grahadi semua elemen di Jawa Timur mensyukuri segala berkah yang telah diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tentunya ada hal-hal yang kita harap bisa lebih baik, tapi kita harus tetap mensyukuri apa yang ada. Di 2020, semoga kita dijauhkan dari hal hal yang tentunya mengganggu keamanan kenyamanan dan ketertiban masyarakat," kata Emil usai doa bersama di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (31/12/2019).

Emil percaya dari doa-doa yang dilantunkan ini bisa mengetuk pintu langit dan membawa keberkahan bagi Jawa Timur. Emil juga mengungkapkan pihaknya sengaja menggelar acara doa bersama ini sejak siang hari, bukan di malam hari.

Suami Arumi Bachsin ini menyebut, hal ini agar anak-anak yang diundang bisa pulang lebih cepat dan kembali berkumpul dengan kerabatnya. Emil juga ingin para Kepala Dinas dan seluruh ASN jajaran Pemprov Jatim bisa menghabiskan waktu bersama keluarga di malam pergantian tahun.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak/Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak/ Foto: Hilda Meilisa Rinanda

"Semoga persaudaraan di Jawa Timur semakin erat dan kita dijauhkan dari bencana. Kita ada ikhtiar fisik dan kita ada ikhtiar dari doa, kita percaya dua-duanya berjalan seiring, tentunya karena apapun yang kita ikhtiarkan hasilnya yang menentukan adalah sang Maha Kuasa," imbuh Emil.


Ditanya apa yang diharapkan di 2020, Emil menyebut ingin program yang disusun pihaknya bisa berjalan dengan baik. Emil berharap programnya bisa membawa manfaat bagi masyarakat.

"Untuk 2020 ada beberapa pondasi-pondasi yang sudah kita siapkan di 2019 yang ingin kita perbesar di 2020 dan yang ingin kita tingkatkan kualitas implementasinya di 2020, baik itu pendidikan gratis tuntas, baik itu millenial job center dan beberapa inovasi inovasi yang memang kita coba kembangkan untuk memecah sedikit kebutuhan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong IKM," paparnya.

Selain itu, Emil juga mengaku merasa sedikit senang karena beberapa proyek di Jatim mendapat atensi dari pusat. Salah satunya ditekennya Perpres nomor 80 tahun 2019 tentang pembangunan sejumlah infrastruktur di Jatim.

"Tapi juga perlu diingat bahwa Jawa Timur ini punya fungsi sebagai jembatan antara pusat dengan kabupaten kota. Maka sebagai contoh dalam penerapan Perpres 80, kita lah yang kemudian menjadi jembatan untuk mempelajari apa yang menjadi prioritas strategis dari masing-masing Kabupaten dan Kota, kemudian dituangkan dalam Perpres 80 2019, di mana isinya ada yang kita selaraskan antara kewenangan pusat dan kewenangan kabupaten atau kota," jelasnya.

"Jadi kita akan banyak sekali koordinasi dan pengawalan untuk program infrastruktur strategis yang kewenangannya dari pusat, tetapi pelaksanaannya harus berseiring dengan provinsi. Jadi itu yang tentunya kita harapkan masyarakat juga menyadari bahwa salah satu dari tugas kita dalam mensukseskan tugas-tugas Pusat di Jawa Timur karena kita diminta sebagai Wakil pemerintah pusat," imbuh Emil. (fat/fat)