Olahan Buah Naga Emak-emak di Banyuwangi Tembus Pasar Luar Negeri

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 10:46 WIB
Kue olah emek-emak Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Melimpahnya buah naga di Banyuwangi dimanfaatkan emak-emak warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran. Hasilnya, kue olahan berbahan buah naga produk mereka, bukan hanya mampu menembus pasar oleh-oleh papan atas Bumi Blambangan. Tapi juga mampu menarik minat pasar luar negeri.

Emak-emak yang tergabung dalam UKM Center itu sudah mengirimkan olahan kue dan makanan ke berbagai daerah seperti Bali, Semarang, Kalimantan. Sementara untuk ke luar negeri ke Hongkong dn Taiwan.

"Buah naga kita olah menjadi sedikitnya 10 varian kue, diantaranya dodol, kue kering, bagiak, mie kering, saus dan kerupuk. Ada juga sari buah naga, kulitnya kita olah menjadi campuran selai, teh dan lainnya," jelas, Ketua UKM Center Pesanggaran, Zaenab kepada wartawan, Selasa (31/12/2019).

Di beberapa kecamatan di Banyuwangi yakni, Kecamatan Bangorejo, Siliragung dan Pesanggaran, merupakan sentra produk pertanian hortikultura, khususnya buah naga. Hampir setiap jengkal tanah kosong diwilayah setempat oleh masyarakat dimanfaatkan untuk menanam tumbuhan jenis kaktus ini. Tak pelak, setiap hari selalu saja ada panenan buah naga. Dan potensi tersebut yang dilirik oleh kaum ibu rumah tangga anggota UKM Center Pesanggaran.

"Kami mulai sejak 2016, saat PT Bumi Suksesindo menggelar pelatihan kue olahan. Bahkan BSI juga memfasilitasi peserta untuk bisa mendapatkan Izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT)," tambahnya.


Dan karena keuletan dan konsistensi para emak dalam membuat produk olahan, 2 tahun silam PT BSI membentuk UKM Center.

"Alhamdulillah, dari kue olahan buah naga, kaum ibu anggota UKM Center sudah bisa membantu perekonomian keluarga, bahkan per bulan ada yang bisa hasil sampai Rp 15 juta," imbuh Wakil Ketua UKM Center Pesanggaran, Agustin.

Wanita asal Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung ini menegaskan, guna menjaga kualitas produk kue olahan buah naga, pihaknya menerapkan Quality Control yang ketat pada anggota. Mulai dari pemilihan bahan baku buah naga, rasa, warna hingga kemasan.

Makin istimewa, keberadaan UKM Center Pesanggaran ternyata bukan hanya mampu mendorong kesejahteraan anggota. Tapi juga terhadap masyarakat sekitar. Karena dalam proses produksi sehari-hari, mampu menyerap tenaga kerja.

"Bayangkan saja, dari 35 anggota UKM Center Pesanggaran, 12 diantaranya produsen kue olahan buah naga, dan disitu masing-masing punya karyawan. Itu baru yang buah naga belum lainnya," ungkap Agustin.


Dengan semakin meningkatnya minat pasar, dipastikan jumlah penyerapan tenaga kerja akan semakin besar. Apalagi kini UKM Center Pesanggaran juga baru menerima bantuan mesin pengaduk dodol buah naga. Yang awalnya dalam tiap proses manual hanya mampu mengaduk 3 kilogram dodol, dengan mesin bisa sampai 15 kilogram.

Sementara itu, Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono menyampaikan, hubungan kerjasama yang baik antara pihaknya dengan kaum emak anggota UKM Center Pesanggaran, sudah terjalin sejak 2016 silam.

"Dan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu program priorotas CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan," katanya.

Sesuai jargon, lanjutnya, keberadaan PT BSI ditengah masyarakat Pesanggaran dan sekitarnya, memang untuk Berkhidmat Memberi Manfaat. Bukan hanya disektor UKM, tapi dalam pemberdayaan ekonomi yang lain. Diantaranya disektor peternakan. Termasuk pembangunan infrastuktur, pendidikan dan kesehatan.



Simak juga video Geseng Mentok, Kuliner Anti Mainstream di Banyuwangi:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)