Limbah B3 yang Dibuang di Mojokerto Seharusnya Dikirim ke Karawang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 16:16 WIB
Sludge kertas yang dibuang di lahan bekas galian C di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Mojokerto - Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) jenis sludge kertas yang dibuang di lahan bekas galian C Dusun Kecapangan, Desa/Kecamatan Ngoro, Mojokerto seharusnya dikirim ke perusahaan pengolahan limbah di Karawang, Jawa Barat. Saat ini polisi menelusuri orang-orang yang menjadi otak dumping limbah B3 secara ilegal tersebut.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan sementara, limbah sludge kertas yang kepergok warga dibuang di lahan bekas galian C Dusun Kecapangan, berasal dari pabrik kertas PT Adiprima Suraprinta di Desa Sumengko, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik.

Untuk mengangkut limbah tersebut, PT Adiprima Suraprinta bekerjasama dengan transporter PT Tenang Jaya Sejahtera. Perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan, pengolahan, pemusnahan dan pemanfaatan limbah B3 ini berdomisili di Kabupaten Karawang.

"PT TJS (Tenang Jaya Sejahtera) ada kerjasama memberikan limbah itu ke PT Triguna Pratama Abadi selaku pengelola limbah juga," kata Dewa saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/12/2019).


PT Triguna Pratama Abadi yang berlokasi di Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang bergerak di bidang pengolahan limbah B3. Seharusnya, limbah sludge kertas dari PT Adiprima Suraprinta dikirim oleh transporter ke perusahaan pengolahan limbah tersebut.

Sayangnya, limbah B3 itu justru dibuang di lahan bekas galian C milik ZA (46), warga Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Dewa meyakini, ketiga sopir dump truck yang membuang limbah secara ilegal itu hanya menjalankan perintah.

"Kami tidak bisa menuduh sopirnya, pasti atas perintah. Siapa yang menyuruh membuang limbah itu yang kami cari," terangnya.

Sejauh ini, lanjut Dewa, pihaknya telah memeriksa sejumlah orang sebagai saksi terkait kasus dumping limbah B3 ilegal ini. Mulai dari 3 sopir dump truck, pemilik lahan bekas galian C, perangkat desa, warga sekitar lokasi pembuangan limbah, hingga manajemen PT Tenang Jaya Sejahtera.


Ke depan, pihaknya juga akan memeriksa manajemen PT Adiprima Suraprinta dan PT Triguna Pratama Abadi. Izin usaha setiap perusahaan juga akan ditelusuri legalitasnya.

"Perusahaan yang kerjasama juga kami panggil. PT Triguna Pratama Abadi sebagai penerima limbahnya akan kami periksa perusahaan ini bergerak di bidang apa," tandasnya.

Kasus dumping limbah B3 secara ilegal ini terungkap setelah warga mengamankan 3 dump truck beserta sopirnya pada Minggu (15/12). Saat itu, ketiga sopir kepergok warga membuang limbah sludge kertas di lahan bekas galian C Dusun Kecapangan, Desa Ngoro. Lahan bekas galian itu diketahui milik ZA (46), warga Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Dump truck yang diamankan warga saat ini sudah diamankan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari. Yaitu jenis Mitsubishi Fuso nopol T 9602 DB, T 9772 DCT, serta T 9750 DA. Sementara ketiga sopirnya berinisial MN (47), warga Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang, MB (35), warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang, serta AR (38), asal Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto.



Tonton juga video 8 Kontainer Sampah dari Australia Terkontaminasi B3:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/iwd)