Proyek Perumahan Tak Ber-IMB di Kota Mojokerto Disegel

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 17:37 WIB
Satpol PP segel perumahan yang belum ber-IMB (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Satpol PP Kota Mojokerto menyegel sebuah proyek perumahan yang belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ulah developer yang tak mengurus IMB ini mengakibatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Mojokerto menguap puluhan juta rupiah.

Perumahan yang disegel yaitu Ahsana Regency di Lingkungan Kedungturi, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Sejumlah petugas Satpol PP Kota Mojokerto memasang plakat di pintu masuk proyek perumahan.

Plakat tersebut bertuliskan 'Bangunan Ini Belum Dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)'. Tidak hanya itu, petugas penegak Perda ini juga menghentikan paksa aktivitas pembangunan rumah di dalam perumahaan ini.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono mengatakan proyek perumahan Ahsana Regency belum mengantongi izin apapun. Menurut dia, pihak developer atau pengembang harus lebih dulu mengurus izin ke Pemkot Mojokerto sebelum menguruk lahan dan membangun 35 unit rumah di atasnya.


"Perumahan Ahsana seharusnya mengurus IPR. Setelah itu tiap bangunan harus diuruskan IMB-nya baru boleh melakukan pengurukan dan pembangunan rumah," kata Dodik kepada wartawan usai penyegelan, Kamis (26/12/2019).

Perbuatan developer Ahsana Regency yang membangun tanpa mengantongi IPR dan IMB, lanjut Dodik, dinilai melanggar Pasal 132 Perda nomor 5 tahun 2017 tentang Bangunan Gedung. Oleh sebab itu, pihaknya memberikan sanksi berupa penyegelan dan penghentian paksa aktivitas pembangunan di perumahan tersebut.

"Kami segel di akses masuknya proyek sehingga pelaksanaa pembangunan terhambat, material tidak bisa masuk," terangnya.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto M Ali Imron menjelaskan, proyek perumahan Ahsana Regency yang berjalan tapa izin dipastikan merugikan Pemkot Mojokerto. Pasalnya, mereka belum membayar restribusi IMB yang seharusnya masuk ke kas daerah sebagai PAD.

Berdasarkan simulasi penghitungan di situs dpmptsp.mojokerto.go.id, setiap unit rumah yang dibangun wajib membayar retribusi IMB senilai Rp 560.000. Karena unit rumah yang dibangun di Ahsana Regency tipe 46 dengan 2 lantai. Jika terdapat 35 unit rumah, maka potensi PAD yang bocor mencapai hampir Rp 20 juta.

"Kami mengimbau pihak developer segera mengurus semua perizinannya," tandas Imron.

Simak Video "Demokrat DKI akan Telusuri IMB Pulau Reklamasi Terbitan Anies"

[Gambas:Video 20detik]

(fat/iwd)