Kaleidoskop 2019

Geger Banjir Tol di Madiun yang Terjadi Jelang Pilpres 2019

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 12:15 WIB
Banjir Tol Ngawi-Kertosono di Madiun/Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo

Basuki mengatakan, banjir yang melanda Tol Ngawi-Kertosono di wilayah Madiun disebabkan karena ada tanggul yang jebol. Sehingga air dari kali meluap ke area tol.

Upaya pihak PT Jasa Marga Tolroad Operator (JMTO) dari PT JNK juga telah memberi tanggul yang terbuat dari susunan karung berisi pasir. Tanggul tersebut membentang sepanjang 700 meter dengan ketinggian 60 cm.

Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Iwan Moediarno mengatakan, pihaknya telah melakukan pembuatan tanggul sepanjang sekitar 400 meter. "Hari ini perkiraan selesai pembuatan tanggulnya kita sudah koordinasi dengan petugas untuk segera menyelesaikannya," kata Iwan.


Sementara Menteri BUMN kala itu Rini Soemarno mengatakan, pihak Jasa Marga telah menunjuk konsultan. Penunjukan konsultan oleh pihak Jasa Marga yakni untuk mencari persoalan penyebab utama banjir yang merendam Tol Madiun. Ke depan, Rini ingin ruas tol tersebut bebas dari banjir meski curah hujan tinggi.

PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono Kediri (JNK) membuat saluran air dengan pemasangan gorong-gorong di Desa Glonggong Kecamatan Balerejo.
"Ini memang sedang dibuat saluran air di lokasi ruas Tol Madiun yang terdampak banjir dahulu dengan pemasangan gorong-gorong. Ini untuk antisipasi jika ada banjir lagi," ujar Manager Area PT Jasa Marga Tolroad Operator (JMTO) Sabilillah saat dihubungi detikcom, Rabu (18/9/).

Kemudian General Manager Teknik PT JNK, Chandra menuturkan, pemasangan gorong-gorong itu dilakukan di tiga titik. Dengan panjang setiap titik 36,45 dan total 109,35 meter serta diameter 1,5 meter. Gorong-gorong membentang di bawah ruas jalan tol dari sisi selatan, agar air tidak tertahan.

(sun/bdh)