Kaleidoskop 2019

Geger Banjir Tol di Madiun yang Terjadi Jelang Pilpres 2019

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 12:15 WIB
Banjir Tol Ngawi-Kertosono di Madiun/Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo
Madiun - Banjir terjadi di Kabupaten Madiun selama tiga hari mulai 6 Maret 2019. Selain menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak, ruas tol di Madiun juga terendam dengan ketinggian hampir satu meter.

Banjir yang merendam Tol Ngawi-Kertosono di Madiun kemudian 'mengalir' ke politik. Kubu oposisi langsung melempar kritik pedas. Terlebih banjir terjadi menjelang Pilpres. Bahkan para oposisi menyebut banjir tersebut dengan sindiran 'tol laut' Madiun.

Rabu (6/3) pukul 18.00 WIB, Sungai Glonggong yang terletak di Simpang Susun Madiun KM 604+000 Jalan Tol Ngawi-Kertosono meluap, akibat derasnya hujan. Sejam kemudian, luapan air di KM 604+000 hingga KM 604+000 arah Jakarta mencapai batas reflector (guide post) atau setinggi 50 cm. Hingga Kamis (7/3) pukul 14.00 WIB, ketinggian air bahkan mencapai 70 cm.


Peristiwa ini dipersoalkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Peristiwa itu dianggap memalukan.

"Sangat disayangkan ya, terjadi banjir setinggi satu meter di ruas Tol Ngawi-Kertosono Km 603-Km 604," kata Juru Bicara BPN dan Tim Pakar Bidang Infrastruktur Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara lewat keterangan tertulis, Kamis (7/3).

Dia menyebut, banjir setinggi satu meter di satu kilometer sebelum gerbang Tol Madiun dari arah timur atau Surabaya ini akibat kesalahan teknis dan nonteknis. Menurutnya, jika ditilik dari sisi teknis, jalan tol memiliki spesifikasi tinggi maka tidak boleh terjadi genangan air apalagi sampai banjir.

"Ini pasti ada yang keliru, juga memalukan ya. Karena dengan kecanggihan teknologi dan informasi, negara lain dapat saksikan terjadi banjir di Jalan Tol Trans Jawa yang dibangga-banggakan pemerintah sebagai keberhasilan program politik pemerintah," imbuh Suhendra.