Bule Belanda Bunuh Mantan Istri, Polisi Koordinasi dengan Kedubes dan Konjen

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 24 Des 2019 14:11 WIB
HT dikeler petugas (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Polisi bakal berkoordinasi dengan Kedutaan Besar ataupun Kosulat Jenderal (Konjen) Belanda terkait kasus pembunuhan yang dilakukan salah satu warganya, HT (56). HT memiliki visa wisatawan dan menetap di Banyuwangi lebih dari 5 tahun.

"Visa masih hidup. Makanya kami nanti akan berkoordinasi dengan Imigrasi, Kedutaan Besar ataupun Kosulat Jenderal (Konjen) Negara Belanda," ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin kepada detikcom, Selasa (24/12/2019).

Koordinasi ini dilakukan, kata Arman, untuk memenuhi hak-hak dari tersangka HT yang memiliki kewarganegaraan Belanda.


"Tentu hak-hak dari warga negara asing tetap kami berikan. Terkait masalah hukum ya harus mengikuti aturan yang ada di Indonesia," tambahnya.

Selama di Banyuwangi, HT menikah dengan korban selama 2 tahun, antara 2014 hingga 2016. Dalam perkawinan tersebut keduanya dikaruniai satu orang anak. Namun rupanya keduanya sering cek cok hingga berujung perceraian. Meski begitu korban masih sering berkunjung ke rumah mantan suaminya yang menjadi TKP pembunuhan.


Ketika menikah HT memiliki nama Indonesia, Abdullah. Status kewarganegaraannya tetap Belanda. Di Banyuwangi tercatat dalam visa selaku turis asing yang berwisata.

Seorang perempuan setengah baya, Nur Hofiani (42), warga Jalan Citarum, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi tewas di kamar di sebuah rumah di Lingkungan/Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Polisi mengamankan pemilik rumah yang merupakan warga negara (WN) Belanda, HT.



Tonton juga video Pelajar Bunuh Tetangga Karena Kabar Ibunya Diperkosa:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/iwd)