Memprihatinkan, Nenek Sebatang Kara Ini Berpenghasilan Rp 1.000/Hari

Rahman - detikNews
Senin, 23 Des 2019 09:02 WIB
Nenek Dayyarah dan Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi/Foto: Rahman

Uang hasil menjual sapu lidi ia gunakan untuk membeli beras yang dicampur jagung biar dapat lebih banyak. Setiap hari Dayyarah memasak satu kali, satu cangkir beras jagung. Nasi tersebut kadang dimakan dengan ikan atau kadang hanya dengan mangga sebagai pengganti ikan.

"Tiap hari saya makan secangkir terus dimakan sama mangga sebagai pengganti ikan," imbuhnya dengan berbahasa Madura.


Mendengar cerita Dayyarah yang hidup sebatang kara, Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi mengaku prihatin. Ia mengaku baru mendengar cerita hidup Dayyarah beberapa hari lalu. Yang membuat ia miris, Dayyarah tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

"Dia tidak punya siapa-siapa jadi termasuk kategori terlantar mencari nafkah sendiri. Kalau dia sakit ini kan jadi persoalan. Mungkin ini akan menjadi PR ke depan bagaimana ada program khusus ke depan," terang Ahmad Fauzi.

Fauzi berjanji akan terus memantau kondisi lansia yang hidup sebatang kara tersebut. Ia juga mengajak warga yang lain ikut memperhatikan dan melaporkan kepada pemerintah apabila melihat orang-orang yang hidup sebatang kara agar mendapat perhatian dan bisa hidup lebih layak.
(sun/bdh)