Begini Cara Evakuasi Ular Kobra yang Masuk Rumah dan Perkampungan

Adhar Muttaqin - detikNews
Sabtu, 21 Des 2019 19:23 WIB
Evakuasi ular kobra (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Selama dua bulan warga banyak digegerkan penemuan ular kobra yang masuk di perkampungan. Lantas bagaimana cara yang aman untuk mengevakuasi ular berbisa itu ?

Salah seorang Muscle Yayasan Ular Indonesia Sioux wilayah Tulungagung, Raihan Abdul Gani, mengatakan penanganan ular kobra yang masuk di perkampungan atau rumah penduduk diperlukan teknik khusus, sehingga aman bagi orang maupun si ular.

Ia menyebut ada beberapa teknik yang bisa dimanfaatkan. Namun cara yang paling aman dengan memanfaatkan timba atau kardus. Teknik itu bisa dilakukan siapa saja tanpa harus menyentuh ular.

"Memang dibutuhkan keberanian dan jangan panik. Yang pertama, saat hendak evakuasi siapkan ember kemudian secara perlahan dekatkan dan arahkan ke ular tersebut. Maka dia akan masuk sendiri," kata Raihan, Sabtu (21/12/2019).

Selanjutnya setelah ular tertutup timba, disarankan memberikan pemberat pada bagian atas, sehingga ular tidak bisa keluar. Langkah berikutnya yang harus diambil adalah menghubungi petugas damkar, pawang ular atau orang terbiasa mengevakuasi ular.


Sedangkan teknik lain yang bisa digunakan adalah dengan memanfaatkan tabung paralon yang disambung dengan karung. Selanjutnya alat tersebut diarahkan ke ular yang ditemukan. Jika ular sudah masuk ke dalam karung maka bisa langsung ditali pada bagian ujung karung dan dievakuasi.

"Kalau teknik ini ada beberapa yang harus diperhatikan, yakni posisi ular saat masuk di paralon, karena bisa saja ia balik arah kalau paralonnya besar. Kemudian saat menali, anda mengetahui posisi kepala, agar tidak terpatuk," ujarnya.

Menurutnya selain dua cara itu masih ada beberapa cara lain yang dilakukan untuk mengevakuasi ular sari perkampungan. Namun harus dilakukan oleh pada ahlinya.

"Untuk menghindari agar lingkungan kita tidak dimasuki ular, jaga kebersihan, tumpukan sampah-sampah harus dibersihkan," imbuhnya.

Raihan menjelaskan, ular cobra yang kini banyak ditemukan di perkampungan warga dipengaruhi oleh musimnya ular bertelur dan menetas. Selain itu rantai makanan di alam mulai terganggu, sehingga predator ular ataupun makanan ular mulai jarang.

"Ular itu bertelurnya hampir bersamaan dan setahun sekali," kata Raihan.



Ini Loh Jenis Ular yang Hidup di Sekitar Permukiman Warga:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)