Dua Struktur Purbakala Ditemukan Terpendam di Petirtaan Suci Majapahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 19:10 WIB
Foto file: Enggran Eko Budianto
Jombang - Pakar geofisika menemukan 2 struktur purbakala yang masih terpendam di area situs pertirataan suci Majapahit, Jombang. Bangunan kuno ini diperkirakan berupa kanal dan lantai yang tersusun dari bata merah.

Temuan ini didapatkan setelah ahli geofisika dari ITS Surabaya dan Universitas Pertamina Jakarta melakukan pemetaan bawah tanah pada 9-11 Desember 2019. Pemetaan tersebut menggunakan teknik georadar, geomagnet dan geolistrik terhadap situs petirtaan Majapahit di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro.

Koordinator Lapangan Survei Geofisika Juan Pandu mengatakan, di situs Sumberbeji saja pihaknya menemukan 2 struktur dari bata merah. Bangunan purbakala ini terpendam di kedalaman sekitar 3-4 meter di dalam tanah.

Struktur pertama ditemukan di sebelah barat petirtaan suci Majapahit. Bangunan yang masih terpendam itu diperkirakan berupa kanal yang panjangnya 20-30 meter. Kanal ini diduga menjadi saluran pembuangan air dari petirtaan.

"Lebar kanal ini sekitar 1 meter. Kalau celah untuk jalan airnya selebar 70-80 centimeter," kata Juan saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (19/12/2019).


Sedangkan struktur kedua ditemukan sekitar 5-10 meter sebelah barat tembok petirtaan Suci Majapahit. Bangunan yang masih terpendam di dalam tanah ini belum diketahui luasannya.

"Bentuknya semacam lantai dari bata merah," terang Dosen Teknik Geofisika ITS Surabaya ini.

Pemetaan bawah tanah ini diminta oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim untuk ekskavasi tahun depan. Dengan mengetahui titik-titik sebaran struktur di dalam tanah, para arkeolog tidak perlu menghali seluruh area situs Sumberbeji yang diperkirakan seluas 500 meter persegi.

"Rekomendasi kami untuk ekskavasi ke depan bisa fokus di area 30-50 meter di sebelah barat petirtaan," tegas Juan.

Situs petirtaan suci Majapahit di Dusun Sumberbeji diperkirakan berdiri di area seluas 500 meter persegi. Dua tahap ekskavasi sebelumnya berhasil mengungkap bangunan kolam seluas 20 x 17 meter persegi. Rata-rata ketebalan dinding kolam purba ini mencapai 80 cm. Kedalaman kolam mencapai 2 meter dengan lantai berupa tatanan bata merah kuno.


Petirtaan ini dibangun dan digunakan oleh keluarga raja untuk menyucikan diri. Hanya saja tahun pembangunannya sampai saat ini belum bisa dipastikan. Para arkeolog baru mendapatkan petunjuk berupa temuan pecahan keramik dari Dinasti Yuan dan Song di Tiongkok sekitar abad 10-12 masehi. Kolam kuno ini diprediksi dibangun sejak Kerajaan Kediri dan digunakan sampai masa Majapahit.

Petirtaan Sumberbeji diyakini menjadi bagian dari kota raja. Karena terdapat temuan struktur purbakala di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro dan di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek. Situs Sugihwaras berupa struktur dari bata merah yang memanjang.

Situs di Dusun Kedaton juga berupa struktur dari susunan bata merah. Bagian yang sudah nampak sepanjang 11 meter. Bangunan ini membentang dari selatan ke utara. Tingginya 1,3 meter atau terdiri dari 25 lapis bata merah. Setiap bata penyusunnya mempunyai dimensi 32 x 18 x 5 cm.

Situs ini berjarak sekitar 100 meter dari situs Sugihwaras. Baik situs Kedaton maupun Sugihwaras diduga sisa-sisa keraton Majapahit dari abad 14 masehi. Kedua bangunan kuno ini berada sekitar 3,8 Km di sebelah utara petirtaan suci Majapahit di Sumberbeji. (fat/fat)