Upaya Pemkab Pacitan Pulihkan Mata Air Mengering Saat Kemarau

Purwoto Sumodiharjo - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 17:35 WIB
Foto: Purwoto Sumodiharjo
Pacitan - 388 Titik sumber air tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan. Hanya saja, sebagian besar mengering saat musim kemarau. Akibatnya, krisis air bersih selalu menghantui warga di sejumlah wilayah.

Melihat kenyataan itu pemkab setempat tak tinggal diam. Banyak terobosan dilakukan untuk memulihkan kondisi mata air. Satu di antaranya dengan kegiatan Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Sumber Air.

"Selain itu juga untuk mengantisipasi ancaman banjir di musim penghujan," kata Bupati Indartato usai penanaman pohon di area mata air Mason, Desa Mantren, Kamis (19/12/2019) siang.

Keberadaan sumber air, lanjut Pak In, menjadi tumpuan hidup warga secara turun temurun. Hutan yang lestari diharapkan menjadi jawaban atas fenomena penyusutan debit air tiap kemarau panjang. Karenanya, cara paling efektif adalah menjaga hutan tetap hijau.


"Ini tanggung jawab kita bersama untuk nguri-uri (memelihara) sumber mata air yang sudah ada agar terus bermanfaat" tambah Pak In seraya minta camat dan kepala desa memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Joni Maryono bilang, sumber air Mason bukan satu-satunya titik yang disasar. Kegiatan penanaman akan dilanjutkan ke seluruh wilayah kecamatan. Adapun tanaman yang dipilih adalah jenis penahan air. Semisal aren, trembesi, dan tanaman buah.

Sumber air Mason merupakan salah satu mata air yang masih bertahan saat kemarau panjang melanda. Bahkan debitnya tak berkurang meskipun tiap hari disedot sebanyak 40 truk tangki. Air yang diambil selanjutnya dibagikan ke wilayah yang membutuhkan.

"Bahkan air yang diambil dari (sumber air) Mason ini juga juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan warga hingga wilayah kabupaten tetangga," terang Joni.


Tonton juga Saat Mobil Patroli Polisi 'Disulap' Jadi Mobil Tangki Air :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)