Kadin Surabaya akan Geber Terobosan Baru di Bidang Olah Raga dan Kesehatan

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 09:40 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya -

"Kami menangkap model-model bisnis baru yang perlu digarap pelaku usaha Surabaya. Misalnya sport industry, ini belum banyak yang mengerjakan, padahal di luar negeri berkembang pesat," ujar Ketua Kadin Surabaya M. Ali Affandi kepada wartawan usai pelantikan pengurus Kadin yang dihadiri Ketum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti di Hotel Majapahit, Selasa (17/12/2019) malam.

Selain itu, jelas dia, akan bekerja sama dengan dinas terkait tentang program 'Pulang Bawa Izin' untuk memfasilitasi UMKM mengurus perizinan dengan membuka booth pelayanan. Dan akan mentoring bisnis beberapa bulan terakhir.

"Kami sudah siapkan program-program lain, yang intinya adalah menjadikan Kadin sebagai instrumen mengorkestrasi dunia usaha agar selaras dengan upaya pemerintah kota mewujudkan perekonomian yang progresif, inklusif, dan mampu menampilkan wajah metropolitan yang humanis serta berkelanjutan," ujarnya.

Andi memaparkan, sebagai denyut nadi utama ekonomi Indonesia Timur, ekonomi Surabaya memang akan selalu bergeliat. Rata-rata pertumbuhannya selalu lebih bagus dibanding nasional. Misalnya, pada 2018, ekonomi Surabaya tumbuh 6,19 persen; sedangkan Jatim 5,5 persen dan nasional 5,17 persen.


"Tren ini perlu ditingkatkan terutama dengan pelibatan optimal kelompok usaha menengah ke bawah," ujar Andi.

Meski sudah relatif baik, Surabaya tetap menghadapi tantangan berat. Misalnya, peningkatan angkatan kerja yang belum diimbangi lapangan kerja baru. Angkatan kerja Surabaya terus naik dari tahun ke tahun, termasuk karena perpindahan tenaga kerja dari luar kota ke Surabaya.

"Dan ke depan ada ancaman perlambatan ekonomi. Kita harus mengantisipasi, di satu sisi angkatan kerja naik, tapi di sisi lain ekonomi agak melambat, sehingga ada potensi peningkatan pengangguran. Ini harus dijawab dengan mendorong sektor kreatif terus tumbuh," beber pengusaha yang menggeluti bisnis infrastruktur, industri kreatif, dan properti tersebut.

Kadin Surabaya akan mengusung lima kunci, yaitu changemakers, MICE, tourism, trading, dan economic hub.

"MICE, tourism, dan trading adalah pilar ekonomi Surabaya yang digerakkan UMKM sampai industri besar. Economic hub adalah karakter bisnis Surabaya. Nah itu semua harus dikerangkai dengan inovasi, kita menjadi changemakers untuk terus maju, tidak berpuas diri dengan kemajuan saat ini," jelasnya. (hil/fat)