Lagi, Sidang Kasus Pembunuhan di Banyuwangi Berlangsung Kisruh

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 20:39 WIB
Ricuh sidang kasus pembunuhan di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Sidang kasus perampokan yang berujung kematian korban Gadis Rizkia, warga Kecamatan Muncar Banyuwangi kembali kisruh. Massa yang kebanyakan tetangga korban dan pelaku memburu terdakwa, Achmad Chairul, saat masuk ke ruang sidang. Bahkan massa nekat masuk ke ruang sidang dan membuat kekisruhan.

Dalam sidang ke tiga dengan agenda pemeriksaan saksi, Selasa (17/12/2019), Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi masih dibanjiri oleh sejumlah kerabat Gadis Rizkia. Mereka nampak memadati lingkup Pengadilan sedari pagi. Rasa sakit hati masih membekas di hati keluarga, tatkala teringat bagaimana dengan sadisnya Gadis Rizkia berlumuran darah di atas kasur kamarnya.

"Gadis Rizkia itu dibunuh. Diperkosa dan diinjak-injak perutnya," kata mereka.

Rasa geram pun muncul saat Achmad Chairul digiring menuju ke ruang persidangan. Mereka mencoba merangsek menghampiri pria yang biasa dipanggil Icang itu. Aksi dorong pun kemudian terjadi.


Bahkan pihak polisi yang berusaha mengamankan situasi persidangan sempat terkena pukul secara tak sengaja. Polisi yang mencoba menenangkan situasi pun sempat kewalahan, pasalnya emosi tak terbendung keluarga terus berusaha mengejar pelaku hingga ke ruang persidangan.

"Sudah di eksekusi di sini saja. Kelakuannya sudah melebihi hewan. Kelamaan nunggu sidang," teriak mereka.

Bahkan, kericuhan pun terjadi hingga di dalam ruang persidangan. Mereka mendesak masuk dan mencoba meraih pelaku. Sejumlah makian pun terlontarkan, mereka bersikukuh untuk memaksakan hukuman mati kepada Icang.

Aksi saling dorong dengan polisi pun terus berlanjut hingga di luar sidang. Meskipun sebelumnya sudah berhasil dihalau untuk menunggu persidangan di luar, namun mereka tetap mencoba masuk ke ruang sidang.


"Kami di sini tidak untuk berdemo. Kami menuntut keadilan. Kami berharap pelaku ini dihukum mati," kata paman korban, Hajar.

Menurut Hajar, keluarga korban pencurian disertai kekerasan yang berujung terbunuhnya seorang karyawan bank asal Banyuwangi menuntut pelaku dihukum mati.

Pihak keluarga menilai apa yang telah dilakukan Achmad Chairul alias Icang telah melebihi batas kemanusiaan. Pasalnya, keluarga menduga Icang telah melakukan pencurian dan pemerkosaan terhadap Gadis Rizkia sebelum akhirnya menghantam kepala korban dengan balok kayu.

"Nyawa ya dibayar nyawa. Kami ingin itu si Icang dihukum mati pak hakim," pungkas Hajar. (iwd/iwd)