Pengakuan Korban Penipu Jual Motor Lelang: Harga Murah, Saya Tertarik

Pengakuan Korban Penipu Jual Motor Lelang: Harga Murah, Saya Tertarik

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 19:57 WIB
Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan - Salah satu dari puluhan korban komplotan penipuan penjualan motor lelang lewat Facebook mengaku tertarik pada harga murah yang ditawarkan pelaku. Saat pelaku mem-posting motor idamannya, ia langsung menawar.

"Ada posting-an motor sport CRF dengan harga murah, kami langsung tertarik," kata AM (20), warga Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, di Mapolres Pasuruan Kota, Selasa (17/12/2019).

AM datang bersama istrinya, UM (19). UM merupakan pelapor yang, berkat laporannya, Satreskrim Polres Pasuruan Kota berhasil membongkar aksi komplotan penipuan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang korbannya mencapai puluhan, itu.

"Saat saya tanya, lalu ada yang hubungi. Saya pilih kredit dengan uang muka Rp 3 juta," terangnya.


Setelah membayar uang muka, korban terus dimintai sejumlah uang dengan berbagai alasan keperluan. Mulai uang administrasi hingga pengiriman, yang totalnya mencapai Rp 22 juta.

"Saya nggak tahu kenapa mau saja dimintai uang. Seperti terhipnotis. Setelah sampai Rp 22 juta, saya sadar. Akhirnya melaporkan ke polisi," terangnya.

UM dan AM melaporkan ke Polres Pasuruan karena mentransfer uang di salah satu ATM yang ada di Grati. Grati masuk wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

"Sudah ya, Mas, istri saya malu," elak AM saat dimintai keterangan lebih lanjut.


Polres Pasuruan Kota membongkar penipuan penjualan kendaraan bermotor lewat Facebook yang sudah memakan puluhan korban di seluruh Indonesia. Tiga orang anggota komplotan penipu bisa diringkus.

Ketiga pelaku yang diamankan beralamat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sindrap), Sulawesi Selatan. Mereka adalah Mashudi (35), beralamat di Jl Domba Desa Wala, Kecamatan Maritengngae; Rahmat Hidayat (18), beralamat di Jl Rappang, Pangkajene; dan Ababil (19), beralamat di Jl Garuda Lingkobali, Pangkajene.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita uang Rp 7 juta, 7 unit handphone, dan berbagai barang yang dibeli pelaku dari hasil kejahatan. Polisi juga menyita sejumlah STNK, BPKB, resi palsu, dan barang bukti lainnya.

Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan. (iwd/iwd)