Ketua DPRD Dorong Kebijakan Pro Penyandang Disabilitas di Surabaya

hil - detikNews
Senin, 16 Des 2019 12:47 WIB
Ketua DPRD Surabaya bersama para penyandang disabilitas (Foto: Istimewa)
Surabaya - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mendukung penuh berbagai upaya perjuangan para penyandang disabilitas. Perjuangan itu untuk mendapatkan hak hidup yang lebih layak dan bebas dari diskriminasi.

"Dalam ranah kebijakan, saya mendorong Pemkot Surabaya untuk terus melakukan terobosan kebijakan, agar terjadi kesetaraan kemampuan bagi semua warga, tanpa memandang keterbatasan fisik," ujar Adi Sutarwijono di Surabaya, Senin (16/12/2019).

Minggu (15/120 pagi, Pria yang akrab disapa Awi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya itu berada di tengah-tengah para penyandang disabilitas di Jalan Irian Barat. Mereka merayakan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh 3 Desember lalu.

Kegiatan dimotori oleh Forum Relawan Difabel Indonesia (FORDIFA). Ketua Umum Fordifa Megawati menyampaikan pihaknya tengah gencar memperjuangkan kesetaraan dalam dunia kerja bagi kaum difabel.


Kegiatan peringatan berlangsung meriah, serta mendapatkan dukungan berbagai pihak. Terlihat karangan bunga dari Wakil Sekjen DPP PDIP Sadarestuwati yang juga anggota DPR/MPR.

Awi mengatakan dirinya memberi dukungan penuh terhadap seluruh upaya perjuangan kaum difabel untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Awi mengajak semua masyarakat Surabaya untuk melawan hal-hal yang merintangi inklusi masyarakat dalam berbagai bentuk, mulai dari bias gender, perbedaan primordial, dan latar belakang keterbatasan fisik.

"DPRD Surabaya mendukung penuh upaya-upaya mewujudkan skema program ke penyandang disabilitas, yang melampaui hal-hal yang bersifat charity atau amal. Program ke depan sudah wajib berkonsep pemberdayaan, seperti beasiswa, pendidikan inklusi berkualitas, pelatihan, dan penguatan ekonomi," ujar Awi.

"Tentu saja itu semua harus ditopang berbagai fasilitas publik yang ramah disabilitas, seperti trotoar, ruang terbuka hijau, rumah baca tuna netra, transportasi publik yang aksesibel bagi mereka, dan sebagainya," kata Awi.


Awi juga mendorong Pemkot Surabaya untuk terus mengembangkan sekolah inklusi, di mana Kota Pahlawan itu saat ini memiliki sekitar 100 sekolah inklusi.

"Idealnya, penyandang disabilitas harus berkembang dengan pengasuhan berbasis keluarga dan rehabilitasi berbasis masyarakat. Sehingga sekolah inklusi harus diperbanyak," papar Awi.

Dengan sekolah inklusi, penyandang disabilitas lebih mudah mengakses pendidikan karena bisa sekolah di mana pun yang dekat dengan lokasi rumahnya. Di sekolah inklusi, penyandang disabilitas juga mempelajari mata pelajaran yang sama dan mengikuti kegiatan sekolah, tanpa diskriminasi.

"Dengan sekolah inklusi, kami bisa meningkatkan kualitas SDM sekaligus mengurangi potensi putus sekolah anak-anak penyandang disabilitas," tandas Awi.




Tonton juga video Ungkapan Traumatis Istri yang Dibakar Hidup-hidup oleh Suami:

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)