Kejati Jatim Tak Ajukan Kasasi, Kasus 'Idiot' Ahmad Dhani Inkrah

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 21:06 WIB
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung (Foto: Istimewa)
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung (Foto: Istimewa)
Surabaya - Hukuman Ahmad Dhani dari 1 tahun penjara menjadi hukuman percobaan 6 bulan terkait kasus 'idiot' pencemaran nama baik akhirnya berkekuatan hukum tetap (incraht). Kejati Jatim memutuskan tidak akan mengambil upaya kasasi terhadap vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi itu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung mengatakan petikan putusan Dhani telah diterima kejaksaan sejak 29 November lalu. Tak hanya itu, menurut Richard, kejaksaan juga telah menerima pertimbangan hukum hakim dalam kasus tersebut.

"Kami sudah terima petikan putusan Ahmad Dhani sejak 29 (November) lalu. Pertimbangan hukum jaksa diambil alih hakim dalam banding, kami terima itu," kata Richard saat dikonfirmasi, Jumat (13/12/2019).


Menurut Richard, keputusan kejaksaan yang tidak mengajukan kasasi juga tidak dilihat dari berat atau ringan hukuman yang dijatuhkan pada suami Mulan Jameela itu. Sebab, hal itu sudah sesuai dengan Pasal 253 ayat 1 KUHAP.

"Berat ringannya hukuman tidak menjadi pertimbangan untuk mengajukan kasasi. Hal ini sesuai dengan pasal 253 ayat 1 KUHAP," terang Richard.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur memberi keringanan hukuman Ahmad Dhani dari 1 tahun penjara menjadi hukuman percobaan 6 bulan. Putusan pengurangan hukuman itu telah diumumkan pada sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surabaya.


Dengan demikian, hukuman Ahmad Dhani di tingkat banding menjadi percobaan 6 bulan dan jika melakukan perbuatan yang sama maka Dhani akan langsung dikurung selama 3 bulan penjara tanpa perlu adanya sidang lagi.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 bulan, menetapkan bahwa pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika dikemudian hari ada putusan Hakim yang menentukan lain disebabkan karena Terdakwa melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama bulan berakhir,," tulis keterangan dalam SIPP PN Surabaya yang dilihat detikcom, Kamis (7/11/2019).

Turunnya hukuman itu merupakan hasil banding yang dilakukan pihak Dhani setelah divonis Pengadilan Negeri Surabaya. Banding itu ia layangkan setelah ia divonis 1 tahun oleh hakim pada 11 Juni 2019. Tuntutan itu lebih ringan dari yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 1 tahun 8 bulan penjara. (iwd/iwd)