Keluarga korban juga membawa poster dan banner. Mereka juga membawa foto almarhum Gadis Rizkia, Kamis (12/12/2019).
Dalam poster tersebut, mereka menuliskan keresahan mereka terkait dengan kematian keluarga korban karena terdakwa. Bahkan dalam tulisan tersebut keluarga korban meminta agar pelaku dihukum mati.
Saat tiba di PN, puluhan anggota keluarga korban langsung memburu terdakwa yang berada di dalam mobil tahanan. Mereka mencoba melepaskan bogem mentah ke tubuh terdakwa. Aparat kepolisian dan satuan pengamanan PN melindungi terdakwa dan membawanya masuk ke sel tahanan PN.
"Nyawa harus dibayar nyawa. Dia (terdakwa) harus dihukum mati," teriak salah satu keluarga korban.
Selama proses sidang, hanya beberapa anggota keluarga korban yang diperbolehkan masuk. Sementara itu, keluarga korban yang lain menunggu di luar ruang sidang. Sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di dalam ruang sidang dan di pintu masuk ruang sidang.
Kericuhan kembali terjadi saat terdakwa hendak dibawa kembali ke Lapas Banyuwangi. Begitu sidang selesai, keluarga korban mengejar terdakwa yang dikawal ketat aparat Kepolisian. Terdakwa bisa dievakuasi menuju ke Lapas Banyuwangi dengan kendaraan tahanan.
"Semua keluarga meminta hukuman mati. Ini bukan kasus main-main. Pembunuhan ini. Kecuali ini kasus judi. Pokoknya harus dihukum mati," kata Hajar, salah satu anggota keluarga korban.
Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Saiful Arif mengaku terkejut oleh aksi tiba-tiba yang terjadi di PN Banyuwangi. Pada saat itu dirinya sedang menghadiri kegiatan di luar PN.
"Kami tidak tahu kejadian awalnya, karena saya pas ada kegiatan di luar. Makanya saya langsung kembali ke sini. Karena ini merupakan tupoksi saya," katanya.
Dimintai konfirmasi terpisah, jaksa penuntut umum Ketut Dame Negara menyatakan sidang ini adalah sidang kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Ini agendanya pemeriksaan saksi. Baru satu saksi tadi. Sidang selanjutnya hari Selasa depan. Agendanya masih pemeriksaan saksi," jelasnya.
Perampokan dilakukan Achmad Choirul pada 27 September 2019. Pelaku memukul korban dengan balok kayu di bagian kepala. Akibatnya, korban harus menjalani perawatan intensif. Korban akhirnya meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan.
Simak Video "Pelajar SMK Bunuh Kekasihnya yang Seorang Janda"
(iwd/iwd)











































