"Kepada semua masyarakat Jawa Timur, kami jamin, menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), stok beras kita aman, stok daging kita sangat aman, termasuk di dalamnya daging ayam dan telur sangat aman. Stok gula pun sangat aman," ujar Khofifah saat membuka High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jatim di Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, Kamis (12/12/2019).
Khofifah menambahkan Jatim telah surplus 2,7 juta ton beras, juga surplus 5,3 juta ton untuk komoditas jagung. Selain itu, stok daging telah memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim.
Khofifah juga menjamin stok daya listrik dan BBM di Jatim aman. Untuk menjaga stok daya listrik, dia menyebut ada 157 tujuan mobil PLN yang akan mobile memberikan layanan kelistrikan. Seperti permasalahan gardu listrik akibat angin puting beliung.
"Jika misalnya kita tidak berharap ada gardu yang bermasalah karena hujan atau kena angin, ada mobil yang siap mobile," imbuhnya.
Terkait stok BBM, pihak Pertamina memastikan stoknya cukup dan aman. Bahkan ada peningkatan sebesar 7 persen.
"Karena sangat mungkin wilayah barat menyeberang ke Bali, tentu melewati Jatim. Oleh karena itu, stok BBM harus dipastikan aman," tuturnya.
Terkait pelarangan truk tertentu memasuki jalan nasional jelang Hari Natal dan tahun baru, Gubernur Khofifah yakin Menteri Perhubungan akan memberikan pengecualian atau eksepsi bagi truk yang mengangkut pemenuhan kebutuhan masyarakat dan ekspor-impor.
"Ada pengecualian truk yang mengangkut beras, ternak, yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap diperkenankan masuk jalan nasional. Termasuk ekspor-impor kalau ada komoditas tertentu yang sudah waktu ekspor, atau saat tertentu kita harus impor. Itu juga diberi eksepsi," pintanya.
Kendati stok bahan pokok aman, Khofifah tak lupa meminta pihak-pihak tak menimbun sembako tersebut. Hal ini untuk menjaga stabilitas di Jatim. (hil/fat)











































