Pemilik Satwa Dilindungi di Pasuruan Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 16:25 WIB
Buaya kaiman yang dipelihara Sugik Yono (Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Polisi Kabupaten Pasuruan tidak menahan Sugik Yono (58). Padahal pria pemilik belasan satwa dilindungi itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sugik merupakan warga Dusun Jatianom, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. "Tersangka tidak ditahan karena kesehatannya juga kurang baik. Tapi tetap kami wajibkan lapor seminggu dua kali," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda kepada detikcom, Kamis (12/12/2019).

Tersangka dijerat Pasal 40 ayat 2 juncto Pasal 21 ayat 2 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara.


Menurut Adrian, tersangka kooperatif mesti tak ditahan. Adrian memastikan pihaknya akan menuntaskan kasus tersebut.

"Dari tersangka kami mendapatkan nama-nama penyuplai satwa-satwa tersebut. Nama-nama itu akan segera kami hadirkan," terang Adrian.


Satwa yang diamankan terdiri atas satwa hidup dan yang sudah diawetkan. Satwa tersebut antara lain empat buaya kaiman, tiga kakatua jambul kuning, seekor kakatua Maluku, seekor burung nuri kepala hitam, dan seekor kukang. Selain itu, diamankan satwa mati dan sudah diawetkan, yakni seekor trenggiling, seekor buaya anakan, dua ekor berang-berang, dan tengkorak rusa hingga kura-kura.

Satwa-satwa yang mati dimusnahkan, sementara satwa yang hidup dibawa ke kantor BKSDA Jatim di Surabaya. BKSDA juga berkoordinasi dengan lembaga-lembaga konservasi yang ada untuk merawat satwa-satwa yang dilindungi tersebut.

Simak Video "BBKSDA Riau Temukan 170 Jerat Satwa, Ini yang Terjadi Jika Tersentuh"

[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)