Usia 1 Bulan, Bayi Tanpa Anus Belum Bisa Masuk Program UHC Pemkot Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 12:06 WIB
Ibu bayi tanpa anus bertemu dengan Wali Kota Mojokerto (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Ibu bayi tanpa anus bertemu dengan Wali Kota Mojokerto (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Naufal Putra Aditya, bayi tanpa anus, belum mempunyai BPJS Kesehatan. Selama ini orang tuanya terbelit utang di rentenir untuk membayar biaya operasinya. Bayi malang ini juga belum bisa menjadi penerima bantuan iuran daerah (PBID) dalam program Universal Health Coverage (UHC) yang digulirkan Pemkot Mojokerto.

Naufal, yang lahir 6 November 2019, merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Risky Junianto (25) dan Nanik Mariyati (34). Bayi yang baru berusia 36 hari itu menderita kelainan atresia ani, yaitu tidak mempunyai lubang anus sejak lahir.

Setelah menjalani operasi di RSU Dr Soetomo, Surabaya, Jumat (8/11), Naufal sudah bisa buang air besar (BAB) melalui lubang sementara di perut sebelah kirinya. Kotorannya ditampung menggunakan kantong kolostomi.


Karena Naufal belum didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan, kedua orang tuanya harus membayar sendiri biaya operasi Naufal Rp 13 juta. Namun, untuk membayar tagihan tersebut, ayahnya terpaksa berutang kepada rentenir. Keluarga ini harus melunasi utang beserta bunganya Rp 18,2 juta pada 22 Desember nanti.

Perawatan bagi Naufal tak berhenti di situ. Saat usianya menginjak 6 bulan nanti, dia harus kembali menjalani operasi pembuatan lubang anus pada tempat yang semestinya. Tentunya kedua orang tua Naufal harus menyiapkan uang banyak untuk membayar biaya operasi tersebut. Padahal ayah Naufal hanya buruh serabutan dengan penghasilan rata-rata Rp 1-1,5 juta per bulan.
Selanjutnya
Halaman
1 2