Provinsi Jatim Sabet Tiga Penghargaan Bidang Peternakan Tingkat Nasional

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 10:10 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini Jatim mengungguli provinsi lain di tiga penghargaan sekaligus pada bidang peternakan tingkat nasional.

Penghargaan ini diberikan dalam ajang Pemberian Penghargaan Kepada Pemerintah Daerah dan Petugas Teknis Reproduksi Berprestasi dalam Pelaksanaan UPSUS SIWAB Tahun 2019 di Kantor Kementerian Pertanian RI.

Penghargaan pertama diraih Pemprov Jatim sebagai Juara I tingkat nasional kategori Kinerja Pelayanan Pemerintah Daerah Wilayah Dominan Inseminasi Buatan (IB). Penghargaan ini diterima langsung Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Wemmi Niamawati yang mewakili Gubernur Jatim.

Penghargaan ini diraih karena pada tahun 2019, Pemprov Jatim mampu melakukan kawin suntik pada 1.710.000 ekor sapi. Hal ini sama dengan 131% dari target nasional sebanyak 1.300.000 ekor sapi. Hasilnya, angka kebuntingan sebesar 1.025.000 ekor dan angka kelahirannya sebesar mencapai 1.021.000 ekor.

Selain itu penghargaan kedua yakni Juara I Paramedik Veteriner Petugas Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) Tingkat Nasional diraih petugas dari Kabupaten Pasuruan, Sidi Asmadi. Siti berhasil melakukan pemeriksaan kebuntingan rata-rata 50 ekor setiap harinya atau 18.250 ekor selama satu tahun.

Sedangkan penghargaan ketiga Juara II Paramedik Veteriner Inseminasi Buatan (IB) Tingkat Nasional kategori Petugas Inseminator yang diraih petugas dari Kabupaten Bondowoso, nama Supnandar. Prestasinya mampu melakukan pelayanan kawin suntik rata-rata 40 ekor setiap harinya atau total 14.600 ekor selama satu tahun.


Atas prestasi ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersyukur dan bangga. Menurutnya, penghargaan ini menjadi penyemangat seluruh jajaran Pemprov Jatim untuk terus berbuat lebih banyak dan lebih baik.

Khofifah juga ingin pihaknya memberikan pelayanan yang CETTAR di segala bidang. Dia juga ingin Jatim bisa berperan dalam mewujudkan swasembada daging tingkat nasional.

"Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemprov Jatim yang telah bekerja keras untuk mewujudkan pelayanan yang CETTAR. Ini menjadi bukti dari ikhtiar komitmen kita semua untuk memberikan hasil yang terbaik terutama di bidang peternakan. Terimakasih kepada tim Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, seluruh petugas pemeriksa kebunyingan serta prtugas inseminasi buatan di Jatim. Tentunya juga kepada para peternak sapi," kata Khofifah di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, Pemprov Jatim akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan (IB) untuk mendorong terciptanya swasembada daging tingkat nasional. Melalui teknologi ini, berdasarkan perhitungan populasi sapi yang dihasilkan dari proses IB maka dalam waktu 4 atau 5 tahun ke depan akan terwujud swasembada daging.

"Untuk mewujudkan hal tersebut maka pelatihan dan pendampingan tenaga IB serta petugas pemeriksa kebuntingan sangat diperlukan. Sehingga sinergi dan kemitraan dari para petugas di lapangan sangat penting," imbuhnya.

Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik pada sapi adalah salah satu teknologi reproduksi untuk peningkatan populasi sapi. Di Jatim saat ini terdapat 1.438 petugas kawin suntik atau inseminator yang masing-masing bekerja di Satuan Pelayanan Inseminasi Buatan (SPIB). Dimana di Jatim saat ini terdapat 1.438 SPIB. (hil/fat)