Residivis Spesialis Pecah Kaca Mobil Antarprovinsi Ditembak Kakinya

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 13:44 WIB
Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Batu - Pelaku spesialis pecah kaca mobil diringkus Polres Batu. Pelaku bernama Hariyanto (26) asal Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Hariyanto diketahui sudah dua kali melancarkan aksinya di Kota Batu. Pertama memecah pikap dan mengambil HP di wilayah Pujon pada Agustus 2019.

Kedua, menyasar mobil Honda CR-V di Sekolah Selamat Pagi Indonesia di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Oktober 2019. Dari aksinya itu, tersangka menggasak HP, tablet, dan tas uang berisi uang 300 riyal.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama mengatakan tersangka merupakan residivis pecah kaca mobil yang sering kali beraksi dengan satu rekannya yang kini masih jadi buron.

"Tersangka kami tangkap saat berada di Bandara Juanda, Surabaya. Satu rekannya kini masih dilakukan pengejaran," tegas Kapolres kepada wartawan di Mapolres Batu Jalan AP III Katjoeng Permadi, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (11/12/2019).

"Terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur kepada tersangka, karena melawan saat akan diamankan oleh tim Satreskrim dari Polres Batu yang melakukan pengejaran," sambung Harviadhi.


Dia menambahkan para korban yang menjadi sasaran tersangka merupakan wisatawan yang tengah berlibur di Kota Batu.

"Penangkapan tersangka berawal dari laporan korban yang menjadi sasaran pelaku saat berlibur di Kota Batu," imbuh Harviadhi.

Secara terpisah Kasat Reskrim Polres Batu AKP Hendro Triwahyono menjelaskan tersangka pernah ditangkap dan menjalani hukuman saat beraksi di Jakarta.

Untuk modusnya, lanjut Hendro, tersangka beraksi dengan bermodal baut ukuran 10 sentimeter yang dilempar dengan jarak 1 meter ke arah kaca mobil yang tengah diparkir.

"Setelah kaca retak. Pelaku mendorong kaca dan mengobok-obok serta mengambil barang yang ada di dalam mobil korban," Hendro menjelaskan.

Dalam melakukan aksinya, tersangka berbagi tugas bersama rekannya yang kini jadi buron itu. Hariyanto bertugas menjadi pengawas dan bersiaga di atas motor. Sedangkan Hasan (DPO) merupakan eksekutor yang memecah kaca hingga menggasak seluruh barang berharga milik korban.

Tersangka Hariyanto dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.




Tonton juga video Polisi Buru Rampok WN Jepang yang Lompat dari Apartemen:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)