Wali Kota Surabaya Diundang Presiden Turki, PDIP: Kami Bangga Pada Risma

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 09:30 WIB
Wali Kota Risma (Foto file: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Wali Kota Risma (Foto file: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Wali Kota Risma memenuhi undangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kepergian pada 11-12 Desember 2019 ini mendapat dukungan dari politisi perempuan PDIP Kota Surabaya.

Mereka bangga dengan wali kota perempuan pertama Surabaya itu, membawa Kota Pahlawan ini mendunia. Surabaya kerap menjadi rujukan kota-kota di dunia untuk berbagai program pembangunan. Mulai keberlanjutan lingkungan, penataan kawasan, ruang terbuka hijau, hingga e-government.

"Sebagai kader PDI Perjuangan, saya bangga dengan Ibu Risma, yang telah menunjukkan jati dirinya sebagai kader pelopor, seperti diamanatkan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri. Bu Risma telah menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi, melalui kerja-kerja nyata yang terukur dan berpihak kepada wong cilik, sehingga mendapat pengakuan publik nasional dan internasional," ujar Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Agatha Retnosari, Rabu (11/12/2019).

Kiprah Risma sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan memang mendunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kerap mengundang berbagi inovasi dalam memajukan wilayah urban yang kompleks seperti Surabaya. Pangeran Charles dari Inggris pun pernah mengundang Risma untuk mempresentasikan pengelolaan sampah di Kota Pahlawan.


September 2018, Wali Kota Risma terpilih sebagai Presiden United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac), periode 2018-2020. UCLG adalah wadah internasional untuk kota, pemerintah daerah dan regional, dan asosiasi kota di seluruh dunia.

Yang terbaru, Presiden Erdogan mengundang Wali Kota Risma, di ATO Congresium, Ankara. Risma diminta sebagai keynote speaker di forum "International Forum of Women in Local Governments" yang digelar untuk memperingati Hari Hak Perempuan.

"Kepemimpinan Bu Risma bukan hanya meletakkan standar kepemimpinan yang kredibel tentang bagaimana sebuah kota dikelola untuk memenuhi hak warga, tapi juga mampu membangun kebanggaan bagi Surabaya dan Jawa Timur," ujar Agatha yang juga anggota DPRD Provinsi Jatim.

Wakil Ketua PDIP Surabaya Chusnul Chotimah menambahkan, kehadiran Risma di forum internasional yang kredibel memberi bukti bahwa politisi perempuan bukan hanya pelengkap di jagat politik Tanah Air.


"Kiprah Ibu Megawati Soekarnoputri, Mbak Puan Maharani, Bu Risma, dan sejumlah politisi perempuan lainnya telah memberi warna bagi dunia politik Indonesia, yang selama puluhan tahun sebelumnya bersifat maskulin. Kehadiran politisi perempuan menginjeksikan kebijakan yang penuh empati dan welas asih kepada rakyat kecil," jelas Chusnul yang juga ketua Komisi D DRPD Kota Surabaya.

Sementara Wakil Bendahara DPC PDIP Kota Surabaya Habsari Savitri menilai, kiprah Wali Kota Risma mampu membangkitkan kepercayaan diri kaum perempuan untuk berkiprah di ruang publik.

"Kaum perempuan tak bisa lagi dipandang sebelah mata, karena mereka terbukti mampu bekerja dengan baik di ruang-ruang publik, menumbuhkan harapan bagi rakyat kepada sosok ibu yang selalu memberi cinta tanpa syarat," ujarnya.

Dari sisi komunikasi, lanjut Habsari, kiprah Risma di dunia internasional juga secara otomatis mempromosikan Surabaya dan Jatim. "Surabaya adalah main gate Jawa Timur. Maka ketika pembangunan Surabaya begitu diakui dunia internasional, pada saat itu pula nama Jawa Timur terangkat. Itu bisa menumbuhkan geliat ekspor Jatim dan Surabaya ke dunia, juga menarik minat turis untuk datang ke daerah ini," ujarnya.




Simak juga video Sambut Piala Dunia U-20, Risma Tanam 1.000 Pohon Tabebuya di GBT:

[Gambas:Video 20detik]



(bdh/fat)