Berdalih Terlilit Utang, Pria Asal Banyuwangi Ini Jual Bom Ikan

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 09 Des 2019 13:44 WIB
Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - Berdalih terlilit utang, warga Banyuwangi nekat menjual bom ikan (bondet). Pelaku AB (33) ditangkap di rumahnya, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, saat bertransaksi di depan rumahnya.

AB hanya tertunduk lesu setelah ditangkap oleh aparat kepolisian. Di depan Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin, AB mengaku terlilit utang. Untuk membayarnya, dirinya terpaksa menjual bom ikan tersebut.

"Saya terpaksa jual ini (bondet) untuk membayar utang. Untuk kebutuhan hidup terpaksa utang, sekitar Rp 1,4 juta," ujarnya kepada detikcom, Senin (9/12/2019).

"Takut banget bom meledak dan membahayakan warga sekitar. Tapi gimana lagi, takut banget kalau tidak bayar utang akan dilaporkan penipuan," tambahnya.

Bom yang dirakit belum pernah diuji oleh pelaku di laut. Selama menjalankan aksi, bondet rakitannya belum terbeli.

"Orang yang mau beli masih menunda-nunda terus. Katanya mau beli tapi nggak datang-datang," ujarnya.


Namun, menurut aparat kepolisian, pengakuan tersebut dinilai mengada-ada. Sebab, berdasarkan rekam jejak pelaku, AB merupakan salah satu murid almarhum A, pengebom ikan asal Desa Bengkak yang pernah berurusan dengan aparat Polairud.

AB bahkan mendapatkan ilmu meracik bom ikan dari A sejak 1996. Malah potasium yang digunakan meracik bom merupakan sisa-sisa milik A.

Dari penangkapan AB, polisi menyita empat biji bondet atau bom ikan. Warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, itu ditetapkan selaku tersangka karena sebagai peracik dan penjual.

"Bersangkutan mengakui dan telah ditetapkan tersangka dengan bukti materi yang ada," ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

Bondet yang diamankan diledakkan menggunakan detonator. Tidak hanya mematikan ikan, bondet juga bisa merusak terumbu karang.

"Bom dirakit sendiri, bahannya beli. Per bom dijual Rp 300 ribu. Pasarnya sekitar Tapal Kuda (Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso)," ujar kapolresta.

Bondet tidak hanya digunakan untuk mengebom ikan. Namun juga dapat disalahgunakan untuk melakukan aksi kejahatan lain, misalnya perampokan dan kriminal jalanan.

Akibat perbuatan pelaku, polisi menjeratnya dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 telah menanti AB. Ancaman hukumnya 15 tahun penjara. Bahan peledak rakitan itu, kata Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin, disembunyikan pelaku di suatu tempat agar tidak ketahuan.

"Masih kami kembangkan, barangkali ada barang bukti dan pelaku lain yang masih menjual ataupun melakukan pengeboman ikan dengan bondet," pungkasnya. (fat/fat)