Menteri PPA Apresiasi Risma Berdayakan Perempuan di Kota Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 22:22 WIB
Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam memberdayakan perempuan. Sebab Risma suskes menggelar progam pemberdayaan pahlawan ekonomi dan pejuang muda.

"Tentunya saya mengapresiasi yang setinggi-tingginnya kebijakan ibu Risma ini, sangat membantu kami di Kementerian Pemberdayaan Perempuan, apalagi sesuai dengan arahan bapak presiden kepada kami salah satu yang ditugaskan di kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungn anak ini kan memberdayakan perempuan dalam bidang wirausaha," kata Gusti Ayu usai meninjau pelatihan Pahlawan Ekonomi di salah satu mal Surabaya, Minggu (8/12/2019).

Gusti Ayu mengungkapkan jika pendampingan Pahlawan ekonomi dan pejuang muda mulai hulu hingga hilir bisa menjadi role model ke depan di Kementerian PPA.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya, munkin nanti ini bisa menjadi role model bagi kami di kementerian untuk kita lakukan di tempat lainnya di seluruh pelosok tanah air," ujar Gusti Ayu.


Dalam pemasarannya sendiri, para perempuan yang sudah memiliki produk dari pelatihan pahlawan ekonomi dan pejuang muda sudah menggunakan media sosial. Kementerian PPA juga menganggap pentingnya digitalisasi dalam pemberdayaan ekonomi.

"Pertama terkait dengan pemasaran, tadi di sampaikan saya juga mengapresiasi. Kalau kita perempuan, selain ikut berperan dalam ekonomi kelurga kita pun juga punya tugas utama itu adalah sebagai pendamping suami sebagai pendidik anak," lanjut Gusti Ayu.

"Di pahlawan ekonomi ini, di samping yang memang sudah ekspor dan sebagainya ini kan juga ada istilahnya pekerja rumahan bisa melakukan usaha. Jadinya di rumah dia bisa produksi, pemasaran melalui online itu melek digital bagi saya sih sangat penting," ujar Gusti Ayu.


Gusti juga mengatakan ada paradigma lain yang dilihat dari perempuan. Menurutnya ada beberapa peran domestik dan publik.

"Di satu sisi yang tidak bisa kita tnggalkan di dalam publik. Anak-anak masih kecil di sini kan sudah dibekali dengn pelatihan yang bisa dilakukan di rumah. Kalau dilakukan di rumah pasarnya kemana, kecuali melek digital melalui pemasaran online," tandas Gusti Ayu. (iwd/iwd)