Karkas dan Produk Ayam Olahan Senilai Rp 1,3 M Diekspor ke Timor Leste

Suparno - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 21:52 WIB
Mentan melepas ekspor (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk berupa karkas dan produk ayam olahan. Produk tersebut diekspor ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Pelepasan produk ekspor ini dilakukan di halaman Kantor PT Japfa Comfeed Tbk di Desa Wadungasih Kecamatan Buduran Sidoarjo. Syahrul memecahkan kendi sebagai penanda pelepasan ekspor produk olahan ayam tersebut.

Syahrul mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kinerja eksportasi yang telah mampu mencatat nilai lebih dari Rp 500 miliar di penghujung tahun 2019. Selain itu upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat baik dengan model kemitraan produk olahan jadi, pemasok pakan hijauan ternak dan pendampingan lainnya.

"Terima kasih atas undangan untuk hadir langsung menyaksikan momentum ekspor. Harapannya kehadiran saya bisa menjadi pendorong untuk melipatgandakan ekspor," kata Syahrul di lokasi, Minggu (8/12/2019)

Menurut Syahrul, saat ini Kementan tengah gencar melakukan Gerakan Tigakali Lipat Ekspor produk pertanian atau Grati-Eks. Itu dilakukan dengan bekerja dengan cara yang tidak biasa dan Syahrul yakin dengan bekerja bersama-sama pasti dapat tercapai.


Saat ini, selain mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, produk berupa pakan ternak, karkas, Day of Chicken (DOC) dan produk olahan lainnya mampu bersaing di pasar dunia. Ada 20 negara tujuan ekspor di Amerika, Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Turut hadir pada pelepasan ekspor karkas dan produk olahan dengan total 36,8 ton senilai Rp 1,3 Miliar dengan tujuan Timor Leste adalah Bupati Sidoarjo, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan beberapa pejabat eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat menyerahkan Sertifikasi Kesehatan (HC) sebagai persyaratan negara tujuan menyebutkan adanya kenaikan yang signifikan untuk kinerja eksportasi produk hewan di wilayah kerja Karantina Surabaya.


Dari data pada sistem IQFAST di wilayah kerja Karantina Pertanian Surabaya, untuk produk olahan terdapat peningkatan frekuensi sertifikasi sebesar 25% dan penambahan negara tujuan selain Hongkong di tahun 2018, bertambah Benin, USA dan Timor Leste di tahun 2019.

Demikian untuk ekspor pakan ternak, dibanding tahun 2018 maka kenaikan kinerja di tahun 2019 cukup signifikan, berkisar diangka 40% hingga 50% untuk seluruh indikator kinerja ekspor.

"Jika masih ada hambatan regulasi, akses pasar dan apa lagi? sampaikan kepada saya kita cari solusinya bersama," tandas Syahrul. (iwd/iwd)