Di Atas KRI Surabaya 591, Bupati Anas Cerita Tantangan Bangsa ke Depan

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 14:10 WIB
Bupati Anas memberi materi tentang bela negara (Foto: Ardian Fanani)
Bupati Anas memberi materi tentang bela negara (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Kegiatan edukasi Bela Negara di Kapal KRI Surabaya 591 berlanjut dengan digelarnya joysailing. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas turut serta dalam ajang ini, dan memberikan materi tentang cinta tanah air dan tantangan bangsa ke depan.

Tak kurang dari 800 anak muda Banyuwangi yang terdiri dari anak muda dari kalangan santri, pelajar, nelayan, Pramuka, LSM, organisasi kepemudaan, dan berbagai perwakilan elemen masyarakat, mengikuti joysailing yang digagas oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, Minggu (8/12/2019).

"Terima kasih kepada TNI Angkatan Laut, KASAL, Danlanal Banyuwangi yang telah memfasilitasi anak-anak muda kami untuk mendapat edukasi bela negara. Program ini sangat relevan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan kaum muda sekaligus menangkal radikalisme," ujar Bupati Anas saat mengisi program tersebut.

Anas menambahkan saat ini ada dua tantangan besar dihadapi daerah dan Indonesia, yaitu tantangan ekonomi dan tantangan ideologi. Tantangan ekonomi terkait tren perlambatan ekonomi hingga resesi dunia.

"Maka tadi di depan kawan-kawan muda peserta program edukasi bela negara juga saya sampaikan soal tantangan ekonomi ke depan, dan semua daerah harus mengantisipasinya dengan inovasi serta kreativitas," jelasnya.


"Anak-anak muda pun harus ikut terjun membantu masyarakat dalam komunitas-komunitas sosial, sehingga bela negara bukan hanya jargon NKRI harga mati, tapi juga dalam wujud aktivitas kreatif membantu masyarakat," imbu Anas.

Adapun tantangan ideologi berkaitan dengan merebaknya radikalisme. "Anak-anak muda harus tumbuh dalam tradisi saling menghargai perbedaan keyakinan," ujarnya.

Anas menilai, program edukasi bela negara yang difasilitasi TNI ini adalah bagian dari peningkatan kualitas SDM sebagaimana visi besar Presiden Jokowi.

"SDM bukan hanya soal hard competencies seperti penguasaan teknologi dan sains, tapi juga soft competencies seperti leadership, nilai kebangsaan, dan toleransi dalam kemajemukan Indonesia," papar Anas.


Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal menjelaskan, Latihan Bela Negara ini diadakan di dua tempat. Yakni di Markas Lanal Banyuwangi serta KRI Surabaya 591.

"KRI Surabaya sengaja merapat di Banyuwangi untuk mendukung Latihan Bela Negara. Tujuanya untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan menguatkan jiwa bela negara di kalangan muda," tambah Yulius.

Materi Latihan Bela Negara meliputi cinta Tanah Air, sadar berbangsa, kemampuan bela negara, plus sejumlah pelajaran penting lainnya. Pemateri rata-rata dari kalangan anggota TNI-AL.

Para peserta tidak hanya mendengarkan materi di atas kapal yang sandar. Mereka juga diajak berlayar bersama KRI Surabaya 591. (iwd/iwd)