Pantai Bohai Probolinggo Sempat Tercemar Buih Putih dari PLTU Paiton

M Rofiq - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 11:37 WIB
Buih putih terlihat di Pantai Bohai (Foto: M Rofiq)
Buih putih terlihat di Pantai Bohai (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Hamparan buih putih cemari lingkungan Pantai Bohai, Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Buih putih yang jumlahnya melimpah tersebut nyaris menutup seluruh bibir pantai di obyek wisata setempat.

Dari informasi yang dihimpun, paparan buih putih sendiri terjadi pada Jumat (6/12) sore sekitar pukul 03.30 WIB. Buih itu datang secara tiba-tiba dan menjadi tontonan para pengunjung pantai.

Pengelola Pantai Bohai Sony mengatakan masuknya buih putih ke Pantai Bohai baru kali ini terjadi. Selain menutupi bibir pantai, Sony menyebut jika terkena kulit menimbulkan gatal-gatal.

Sony menyebut buih putih sendiri mengalir dari Unit 9 PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Paiton. Meski adanya buih putih tak berlangsung lama, ia berharap ke depan tidak terjadi kembali.


Pasalnya selain mengganggu pemandangan obyek wisata setempat, Sony juga khawatir buih putih dapat berpengaruh bagi kesehatan pengunjung, apabila tersentuh kulit ataupun tak sengaja tertelan saat berenang di pantai.

"Harapan saya, masuknya buih putih ke pantai Bohai tak terulang lagi nantinya. Pihak perusahaan saya minta agar ikut menjaga lingkungan pantai,"ungkap Sony saat ditemui di Pantai Bohai, Minggu (8/12/2019).

Sementara Manager Pemeliharaan Lingkungan, PT PJB UB JOM PLTU Paiton, Suyanto membenarkan paparan buih putih yang masuk ke areal obyek wisata Pantai Bohai berasal dari Unit 9 PTLU.
Suyanto menjelaskan, jika munculnya buih putih sendiri akibat penyemprotan cairan bioksit di kanal Unit 9. Fungsinya sendiri, untuk mempermudah proses pendinginan di kondensor.

"Air laut itu kan banyak biota-biota yang hidup, makanya agar tidak menganggu proses pendinginan, kami kasih bioksit agar biota-biota itu melemah," terang Suyanto, via selulernya.


Dipilihnya cairan bioksit sendiri, menurut Suyanto, lantaran kandungan cairannya lebih ramah lingkungan. "Memang biasanya kami kasih klorin, namun kami ganti bioksit karena lebih ramah lingkungan. Tapi rupanya, sampai memunculkan busa putih, padahal biasanya tidak gitu," kata Suyanto.

Suyanto memastikan busa putih yang ditimbulkan tidak mencemari lingkungan, lantaran dalam kurun waktu 7 jam, buih putih sendiri akan melebur dengan sendirinya.

"Yang jelas, usai kejadian kami telah cek ke lokasi dan saat disemprot secara mekanis langsung hilang," tandasnya. (iwd/iwd)