Motor Ditumpangi Pasutri dan Anak Masuk Jurang 100 Meter, Suami Tewas

Ghazali Dasuqi - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 08:37 WIB
Korban dirawat di rumah sakit (Foto: Ghazali Dasuqi)
Korban dirawat di rumah sakit (Foto: Ghazali Dasuqi)
Situbondo - Kecelakaan tunggal terjadi usai pagelaran musik Symphoni Rengganis di Kecamatan Sumbermalang. Sebuah motor yang dikendarai pasutri dan anaknya jatuh ke jurang kedalaman sekitar 100 meter.

Sepeda motor Honda Vario P 4844 FI diduga mengalami rem blong saat melaju di jalanan turun dan menikung, di jalan menuju wisata Plaza Rengganis Desa Baderan Kecamatan Sumbermalang.

Akibat kecelakaan tunggal ini, sang suami bernama Dedi (36) tewas akibat luka berat di tubuhnya. Warga Desa Tamansari Kecamatan Sumbermalang itu menghembuskan nafas terakhirnya, saat dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Sementara istri dan anaknya, Wanti Rosidi (26) dan Abd Rasid (8), lolos dari maut. Saat motor yang dikendarainya terjun ke jurang, ibu dan anaknya ini terpental dan tersangkut di dahan pohon kedalaman sekitar 10 meter dari jalan.


Namun, keduanya tetap harus dilarikan ke Puskesmas. Bahkan, sang ibu harus dirujuk ke RSUD Jember karena menderita patah tulang tangan kanan dan patah punggung sebelah kiri. Sedangkan sang anak yang mengalami gegar otak ringan dirujuk ke RSUD Besuki.

"Kejadiannya tadi malam saat baru pulang menonton festival musik Symphoni Rengganis. Kebetulan banyak orang, jadi korban dan motornya dievakuasi," kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Minggu pagi (8/12/2019).

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, insiden kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB tadi malam. Saat itu, ketiga korban baru saja selesai menonton Symphoni Rengganis di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang. Mereka pulang mengendarai sepeda motor.

Saat melintas di jalanan turun disertai menikung, rem motor korban diduga mengalami blong. Seketika itu Dedi tidak bisa mengendalikan motornya, hingga langsung masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter.


Saat motor terjun bebas, istri dan anaknya terpental dan tersangkut di pohon kedalaman sekitar 10 meter dari jalan. Sementara Dedi terus meluncur ke bawah bersama sepeda motornya.

Melihat itu, warga yang sama-sama pulang menonton pun langsung melakukan upaya evakuasi. Ketiga korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun, nyawa sang suami tak tertolong. Sementara istri dan anaknya dirujuk karena kondisinya cukup parah.

"Dugaannya motor korban mengalami rem blong saat melaju di jalanan turun dan menikung. Tapi kepastiannya itu kewenangan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan," papar Puriyono. (iwd/iwd)