Sumur Bor di Lamongan Sudah Tak Keluarkan Gas

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 18:51 WIB
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Masih ingat dengan sumur bor warga Lamongan yang sempat mengeluarkan gas? Kini, sumur bor yang berada di Dusun Dokiyo, Desa Pasi, Kecamatan Glagah itu sudah tidak mengeluarkan tekanan gas seperti beberapa hari lalu.

Camat Glagah, Suwignyo pada wartawan mengatakan, perkembangan sumur bor di rumah Puri tersebut terus dipantau. Saat ini, kata Suwignyo, sumur sudah tidak lagi mengeluarkan tekanan gas seperti sepuluh hari sebelumnya.

"Sudah rendah tekanan gasnya dan tekanannya juga sangat kecil," kata Suwignyo, Sabtu (7/12/2019).

Aparat kecamatan, lanjut Suwignyo, sementara ini mencoba menutup permukaan pipa sumur menggunakan plastik dan saat ini plastik penutup sumur bor tersebut sudah tidak sampai terangkat lepas seperti sebelumnya. Jadi, kata Suwignyo, bisa dipastikan tekanan sumur gas itu tidak lagi mengeluarkan gas.


"Penutupan sumur bor pasti akan dilakukan jika sudah benar-benar aman," terang Suwignyo.

Suwgnyo memastikan, hingga saat ini pihak desa dan juga pemerintah masih terus memantau perkembangan sumur bor yang mengeluarkan gas yang ada di rumah milik Puri itu. Setiap hari, tandas Suwignyo, petugas dari desa maupun kecamatan selalu ada yang berjaga dan mengawasi sumur bor tersebut.

"Sesuai instruksi dari petugas terkait, perkembangan apapun yang ada di lokasi sumur bor tersebut akan kami laporkan," ungkapnya.

Meski sudah tak ada tekanan gas, lanjut Suwignyo, pihaknya belum berani mengambil keputusan untuk menutupnya. Penutupan sumur bor, aku Suwignyo, akan dilakukan jika sudah ada petunjuk dari Pertamina.


"Setiap 3 hari sekali selalu dipantau dari Pertamina," kata Suwignyo.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat juga memastikan sumur bor tersebut sudah aman. Selain gas sudah habis, semburan air juga tidak muncul lagi. Pemilik sumur juga telah menghentikan pengeboran air tanah tersebut.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, semburan air bercampur gas sudah habis, pengeboran juga telah dihentikan," katanya.

Seperti diketahui, warga Kecamatan Glagah dihebohkan dengan munculnya sumber gas dari pengeboran sumber air tanah milik Puri (90), warga Dusun Dokiyo, Desa Pasi, Kecamatan Glagah. Sebelum muncul gas berbau amoniak, sumur bor ini sempat mengeluarkan semburan lumpur bercampur air hingga sempat mencapai 4 meter. (iwd/iwd)