Polisi Gerebek Toko Senapan Angin, Produksinya Dijual ke Daerah Konflik

Nur Hadi Wicaksono - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 17:42 WIB
Foto: Nur Hadi Wicaksono
Lumajang - Polisi mengungkap perakitan dan perdagangan senapan angin (air rifle) ilegal di Lumajang. Sebuah ruko 'Gun Shop' di Jalan Mayor Kamari Sampurno, Kelurahan Ditotrunan, Lumajang digerebek.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Polisi kemudian menggerebeg lokasi tersebut dan mengamankan pemilik ruko, Agus Hariyanto. Turut diamankan pula puluhan pucuk senapan angin untuk lomba dan berburu, puluhan pak peluru senapan angin kaliber 5,5 mm, 6,35 mm, dan 9,0 mm.

"Tim kami bersama Polres Lumajang mengungkap tindak pidana perakitan dan perdagangan senapan angin ilegal di Lumajang. pengungkapan ini berawal dari laporan dari masyarakat," ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan di lokasi, Sabtu (7/12/2019).


Luki mengatakan Agus sudah menjalankan usahanya sejak tahun 2015. Agus sudah memproduksi 250 pucuk senapan angin yag dijualnya ke 18 provinsi di indonesia.

Agus menjualnya juga ke daerah konflik seperti Papua dan Sulawesi. senapan angin tersebut dijual secara online maupun offline dengan harga bervariasi mulai Rp 3-20 juta.


"Sejak tahun 2015 sudah memproduksi 250 pucuk senapan angin yang dijual ke 18 provinsi di Indonesia. Di antaranya daerah konflik seperti Papua dan Sulawesi. Dan senjata ini cukup berbahaya karena ada yang berkaliber 9 mm," ujar Luki.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam pasal 106 UU no 07 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman pidana penjara empat tahun atau denda sepuluh milyar rupiah serta pasal satu atau dua UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara maksimal dua puluh tahun. (iwd/iwd)