IDI Pasuruan Angkat Bicara Soal Pengobatan Fenomenal Ningsih Tinampi

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 12:41 WIB
Ningsih Tinampi saat mengobati pasiennya (Foto: Muhajir Arifin/File)
Ningsih Tinampi saat mengobati pasiennya (Foto: Muhajir Arifin/File)
Pasuruan - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan angkat suara melihat pengobatan Ningsih Tinampi yang fenomenal. IDI meminta masyarakat yang sakit secara medis berobat ke dokter.

"Kalau kami melihat, penyakit-penyakit yang seharusnya diobati Ningsih Tinampi itukan penyakit non-medis. Nah kenyataanya kan banyak pasien yang punya penyakit yang seharusnya ditangani secara medis itu ditangani oleh Ningsih. Kalau itu dibiarkan kan berkelanjutan tidak ada penanganan medis sehingga bisa semakin parah," kata Ketua IDI Kabupaten Pasuruan Sujarwo, Jumat (6/12/2019).

Sujarwo mengatakan Ningsih Tinampi tak memiliki kompetensi penyembuhkan penyakit medis. Pasien yang sakit medis seharusnya tak berobat ke Ningsih.


"Kalau pasien penyakit medis kenapa musti ke sana, keahlian dia (Ningsih) kan bukan itu. Itu yang nggak pas bagi kita. Nggak benar itu. Penyakitnya kan bertambah parah. Kalau penyakit medis ya ke dokter, ke pengobatan yang profesional," terangnya.

IDI meminta masyarakat mulai sadar. Menurut Sujarwo, banyak masyarakat yang datang ke Ningsih karena terpengaruh isu yang menyebut dia bisa menyembuhkan semua penyakit.

"Harusnya ya masyarakat paham lah, sadar mereka datang ke sana itu termakan isu-isu. Ningsih juga seharusnya nggak melakukan pengobatan yang bukan ranahnya dia," terang Sujarwo.


Sujarwo memaklumi jika Ningsih Tinampi mengobati pasien penyakit non-medis seperti santet hingga gangguan makhluk gaib yang diakui merupakan kompetensinya. Namun jika pasien yang datang mengeluhkan penyakit medis, seharusnya diarahkan ke dokter.

"Kan banyak pasien yang mengeluh penyakit medis tapi dianggap penyakit non-medis. Itu tak akan membantu. Kan selama ini juga belum ada testimoni yang berobat ke sana tambah baik kan," pungkasnya.

Simak Video "Heboh Ningsih Tinampi Salahkan Korban Perkosaan, Ini Penjelasannya"

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)